Senin, 11 April 2011

Tidak Bersifat Tamak


Hidayatullah.com--Diriwayatkan oleh Imam al-Ghazali, suatu ketika kaum Bani Israil bertanya kepada Nabi Musa a.s : “Tanyakan kepada Tuhanmu kami memperoleh apa, bila mengerjakan sesuatu. Sebab kami telah amalkan apa yang Dia (Allah) inginkan”.
Nabi Musa a.s  berkata: “Ya Tuhanku, Engkau benar-benar sudah mendengar apa yang mereka katakan padaku”. Allah SWT berfirman kepada nabi Musa a.s: “Hai Musa, katakanlah pada mereka, ‘Mereka harus ridla kepada-Ku. Aku pun akan ridla terhadap mereka” (Imam al-Ghazali,Mukasyafat al-Qulub).
Kisah tersebut memberi arti, bahwa setelah kita melakukan amal shalih, janganlah berharap-harap balasan berupa harta duniawi. Usai beramal, serahkanlah kepada-Nya. Hanya satu yang harus diharap; ridla-Nya, tidak lainnya. Cukup dengan ridla-Nya, amal kita pasti dibalas dengan setimpal kelak.
Menerima ridla-Nya itu berarti kita harus qana’ah. Menurut Abu Abdilllah bin Khafifi, qana’ah adalah meninggalkan angan-angan terhadap sesuatu yang tidak ada dan menganggap cukup dengan sesuatu yang ada.
Qana’ah adalah pintu menjadi hamba Allah yang cerdas, sedangkan tamak (rakus) dan pendengki adalah jendela pembuka kerusakan.
Imam Abu Bakar al-Maraghi bernah bertutur kepada murid-muridnya:”Orang yang berakal sehat adalah orang yang mengatur urusan dunia dengan sikap qana’ah dan mengatur urusuan agama dengan ilmu dan ijtihad” (Abdul Karim al-Qursyairi, Risalah al-Qusyairiyah).
Menurut Imam Turmuzi, qana’ah itu adalah jiwa yang rela terhadap pemberian rezeki yang telah ditentukan, dan tidak berkeinginan terhadap sesuatu yang tidak ada hasilnya. Pada dasarnya berangan-angan terhadap sesuatu yang tidak hasilnya adalah angan-angan orang yang bodoh.
Tentunya, orang yang berakal dan cerdas seperti itu adalah orang memahami siapa diri dan harus bagaimana diri ini. Orang yang qona’ah, adalah orang yang hidupnya terbebas dari segala macam belenggu nafsu dan ambisi. Hal ini adalah disebabkan karena mereka merasa yakin dan percaya sepenuhnya akan kebijakan adil Allah SWT.
Menurut Imam al-Ghazali, kemuliaan seorang hamba itu bermula dari qana’ah dan kehinaannya berawal dari sifat tamak. Makanya, qana’ah adalah karakter utama mukmin sejati. “Qana’ah itu ibarat raja yang tidak mau bertempat tinggal kecuali di hati mukmin” kata Imam al-Qusyairi. Sedangkan orang yang tamak selalu dikejar-kejar nafsu untuk menumpuk harta sebanyak-banyaknya, tanpa memperdulikan apakah harta tersebut diperoleh dengan cara yang halal ataukah haram.
Untuk menjadi orang yang qan’ah, maka kita perlu memperbanyak syukur, bersikap wara’ dan menghindari gaya hidup yang berlebihan.
Rasulullah SAW bersabda: “Jadilah orang yang wara’, maka engkau akan menjadi orang yang paling ahli beribadah. Jadilah orang yang qana’ah, maka engkau akan menjadi orang yang paling ahli bersyukur. Cintailah orang lain sebagaimana engkau mencintai diri sendiri, maka engkau akan menjadi mukmin yang baik. Berbuatlah baik kepada tetanggamu, maka engkau akan menjadi orang Islam yang baik. Sedikitkanlah tertawa, karena banyak tertawa akan mematikan hati.” (HR. Al-Baihaqi).
Seseorang yang apabila di dalam hatinya terdapat sifat wara', maka hidupnya akan tenang dan tentram tanpa terusik oleh nafsu untuk menguasai dunia (harta). Dalam usahanya untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, ia akan selalu memperhatikan ketentuan-ketentuan Allah (pantang baginya mendapat barang atau harta yang meragukan hatinya, apalagi yang haram).
Hidari Tamak!
Orang tamak pada hakikatnya menurut al-Ghazali adalah orang fakir, mengutip pendapat Umar bin Khattab r.a ia  mengakatan; "Sesungguhnya tamak adalah kefakiran, sementara membuang iri hati terhadap rizki orang lain justru adalah kekayaan."
Sifat tamak dan dengki biasa berjalan bersamaan. Keduanya sama-sama perusak kehidupan seorang mukmin. Diriwayatkan dari Abu Ayyub al-Anshari Rasulullah SAW pernah menasihatinya: “Jika engkau shalat, lakukanlah shalatmu itu seakan-akan terakhir kalinya (berpamitan untuk mati), janganlah berbicara dengan pembicaraan yang membuatmu kelak tak dapat memberikan alasannya dan jangan berharp terhadap sesuatu yang sudah dipegang orang lain.”
Nafsu manusia jika tidak dikontrol iman sangat mudah jatuh pada sifat ketamakan. Jika manusia memiliki  satu lembah emas, tentu dia menginginkan yang keduanya. Dan apabila ia telah memiliki dua lembah emas, tentu ia menginginkan yang ketiga. Kata para ulama, tidak ada yang dapat memenuhi perut mereka kecuali mati. Selama manusia bernafas, ia selalu saja digoda setan dengan ketamakan dan dengki.
Janganlah dibiarkan kerakusan bercokol di dalam hati kita. Ada kecenderungan orang yang rakus itu menjadi jahat, merasa ringan berbuat maksiat bahkan rela mengorbankan kemuliaan, sekedar untuk memuaskan ambisi nafsunya.
Hati-hatilah dengan sifat rakus. Rakus itu merusakkan tatanan kehidupan. Hatinya selalu bergejolak bagaimana memenuhi keinginan nafsunya saja. Kerakusan harus kita lemahkan. Sifat ini biasanya mencengkeram jiwa di saat kita mulai memiliki sifat iri dengki. Dan kadang dimulai dari angan-angan/imajinasi kosong kita tentang harta. Kerakusan dapat kita lemahkan dengan belajar hidup sederhana, wara’ dan qana’ah.
Tamak dan rakus kepada dunia, dapat menyebabkan hati seseorang terombang-ambing dan selalu dikejar-kejar nafsu untuk menumpuk harta sebanyak-banyaknya. angkuh, cinta akan dunia, tidak amanah dan iri hati. Jadi tamak tidak saja merusak kadar iman, tapi juga membuka pintu kegagalan hidup. Wallahu a’lam bisshawab.

Perkembangan Otak Anak Laki-laki dan Perempuan


Jakarta, Otak anak laki-laki dan perempuan yang memiliki usia sama cenderung berada dalam tahap perkembangan yang berbeda. Walaupun pada akhirnya perkembangan otak keduanya bisa saling mengejar satu sama lain.


Berdasarkan studi dengan menggunakan MRI menunjukkan bahwa beberapa bagian otak tumbuh lebih cepat pada perempuan, sementara beberapa bagian otak lain cenderung lebih cepat berkembang pada otak laki-laki.



Ukuran dari otak juga bervariasi, pada umumnya otak laki-laki akan berukuran sedikit lebih besar dibandingkan otak perempuan. Meskipun perbedaan ini tidak terlalu signifikan.



Dikutip dari Babycenter, Selasa (3/8/2010) berdasarkan hasil beberapa penelitian didapatkan bahwa pada anak perempuan, daerah otak caudate yang membantu mengontrol bahasa dan emosi cenderung lebih besar. Daerah ini akan terlihat aktif ketika sedang melihat foto seseorang.



Selain itu bagian otak lain yaitu corpus callosum yang menghubungkan kedua sisi otak terlihat lebih besar pada otak anak perempuan dibandingkan pada anak laki-laki. Beberapa ilmuwan berpikir hal inilah yang membuat anak perempuan cenderung menggunakan kedua sisi otak kiri dan kanan dalam memecahkan suatu masalah.



Sementara pada anak laki-laki ditemukan bahwa bagian otak amigdala cenderung lebih besar, yaitu otak yang berfungsi mengendalikan emosi lebih dalam seperti rasa takut.



Adanya perbedaan-perbedaan dalam perkembangan otak ini tidak selalu berarti anak laki-laki akan lebih baik pada hal-hal tertentu dibandingkan dengan anak perempuan atau sebaliknya.



Karena otak pada anak-anak yang masih muda sangat mudah untuk dibentuk atau berubah, hal ini tergantung pada bagaimana anak-anak ini menggunakan daerah-daerah di otak tersebut dan stimulasi seperti apa yang didapatkannya.

Radiasi Ponsel Tingkatkan Aktivitas Otak



Hidayatullah.com--Apakah anda termasuk yang sering menggunakan handhphone dalam waktu relatif lama? Berhati hatilah. Sebuah studi terbaru, yang meneliti hubungan antara radiasi ponsel dengan otak, menemukan bahwa intensitas menelpon dapat mempengaruhi aktivitas sel otak.

Terutama jika sampai menghabiskan hingga 50 menit tanpa henti dengan posisi ponsel menempel terus di kuping. Para peneliti dari National Institutes of Health (NIH) menemukan bahwa area otak yang paling terpengaruh adalah pada bagian yang paling dekat dengan antena ponsel.

Namun seperti dilansir Reuters (22/2), para peneliti yang mengungkap temuan mereka Selasa kemarin ini belum bisa memastikan apakah gejala tersebut dapat berbahaya dan berdampak pada perkembangan kanker di otak.


Tim periset mempelajari 47 orang yang sehat antara bulan Januari dan Desember 2009, memantau aktivitas sel otak mereka dengan teknik gambar canggih disebut Positron Emission Tomography (PET). Pemindaian otak menunjukkan kepada tim periset secara persis bagaimana neuron menggunakan atau memetabolisme glukosa atau gula untuk menghasilkan energi.

Selagi otak mereka dipindai, para relawan dalam studi itu menaruh ponsel di telinga kanan dan kiri mereka. Salah satu ponselnya diaktifkan tetapi suaranya dimatikan selama hampir satu jam, sementara ponsel yang lainnya dimatikan.

Dalam tahap kedua eksperimen, gambar PET otak para peserta studi diperoleh ketika mereka telah mematikan ponsel yang ditempatkan dekat kedua telinga mereka.

Studi ini menemukan bahwa metabolisme glukosa, sebuah penanda aktivitas sel otak, tujuh persen lebih tinggi di bagian otak yang terdekat dengan antena ponsel.


Dr Nora Volkow, direktur Institut Nasional Amerika bagi Penyalahgunaan Obat dan ketua studi tersebut mengatakan peningkatan metabolisme glukosa sesuai dengan gelombang elektromagnetik yang dikeluarkan oleh ponsel yang diaktifkan.

"Yang diriset dalam studi ini adalah perlunya mempelajari ada tidaknya konsekuensi jangka panjang akibat pemaparan ‘radiasi elektromagnetik’ berulang-kali selama bertahun-tahun,” ujar Volkow.

Volkow mengemukakan bahwa para dokter kini menggunakan terapi electroconvulsive atau kejut listrik, dan stimulasi magnetik transkranial, yang juga menciptakan medan elektromagnetik, untuk mengobati orang yang depresi yang tidak bisa sembuh dengan obat dan psikoterapi.

Volkow mengatakan kedua terapi menghasilkan medan elektromagnetik yang kekuatannya berlipat lipat dibanding dengan yang dihasilkan ponsel. "Maksud saya, saya akan sangat kaget dan saya tidak akan khawatir bahwa terpapar ponsel selama 50 menit bisa mencelakakan seseorang," kata Volkow.

Studi terbaru tentang dampak biologis penggunaan ponsel ini dimuat dalam Journal of the American Medical Association.

Sejak dikenalkan secara luas pada 1980 an, penggunaan ponsel memang terus meningkat dramatis. Tercatat sekitar 5 milyar telpon genggam kini digunakan di seluruh dunia.

CT Scan Berikan Dosis Tinggi Radiasi kepada Pasien?


Hidayatullah.com--Penggunaan Computed Tomography (CT) scan merupakan salah satu kemajuan terpenting dalam penanganan masalah kesehatan dalam 25 tahun terakhir. Namun, menurut laporan kesehatan PBB tahun 2008 penggunaan pemindai untuk tujuan medis ini merupakan satu-satunya penyumbang terbesar paparan radiasi buatan kepada publik.

Para ahli radiologi, ilmuwan, dan perusahaan pembuat CT scanner baru-baru ini bertemu di Lembaga Kesehatan Nasional Amerika di Bethesda, Maryland, untuk membahas tingkat paparan radiasi yang aman bagi kesehatan.

Dokter Roderic Pettigrew, Direktur Bagian Penyinaran Biomedik dan Bioenjinering pada lembaga tersebut yang mensponsori konperensi itu, mengatakan, “Tidak seorang pun berniat memberikan dosis tinggi radiasi yang tidak perlu kepada seorang pasien dalam pemeriksaan kesehatan.”

Meskipun CT scan tidak secara langsung meningkatkan risiko kanker, radiasi mengeluarkan bahan-bahan yang bisa mengakibatkan karsinogen. Penelitian yang dilakukan Dokter Rebecca Smith-Bindman, yang menulis tentang ‘apakah CT scanselalu diperlukan untuk melakukan diagnosis’ dalam New England Journal of Medicine terbitan tahun 2010,  dan timnya menemukan bahwa risiko terkena kanker akibat satu CT scan adalah 1 berbanding 80.

Dokter Pettigrew mengatakan apabila dokter menggunakan CT scan, mereka harus menetapkan standar radiasi yang dapat melindungi pasien dari bahaya penyinaran itu.

Penyakit Jantung Bawaan


Jakarta, Penyakit jantung bawaan ada yang memiliki gejala tapi ada juga yang tidak sehingga banyak orangtua yang tidak menyadari gangguan jantung pada bayinya. Kenali tanda-tanda yang muncul dari penyakit jantung bawaan.

Jantung pada bayi akan mulai berdetak pada hari ke 22 setelah pembuahan, pada saat itu jantung masih memiliki bentuk tabung yang sederhana. Antara hari ke 22-24 jantung mulai membungkuk ke kanan dan melipat ke dalam untuk membentuk lingkaran.

Hari ke 28 setelah pembuahan, tabung yang ada samar-samar mulai berbentuk seperti struktur jantung dengan dua sisi jantung dan pembuluh darah besar yang membawa darah masuk dan keluar dari jantung. Biasanya pada saat inilah gangguan jantung bawaan mulai berkembang.

Dikutip dari Mayo Clinic, Kamis (5/8/2010) jika gangguan yang terjadi di jantungnya cukup parah, maka akan timbul gejala sejak awal-awal kehidupan, yaitu:

  1. Warna kulit terlihat pucat atau membiru (cyanosis).
  2. Terjadi pembengkakan di kaki, perut dan daerah di sekitar mata.
  3. Sesak napas saat menyusu.
  4. Memiliki berat badan yang rendah atau tidak terjadinya peningkatan berat badan.

Tapi jika gangguan yang terjadi di jantungnya tidak terlalu parah, seringkali hal ini baru akan terdiagnosis saat memasuki masa kanak-kanak.

Pada kondisi ini gejala yang timbul biasanya:

  1. Mudah mengalami sesak napas selama melakukan kegiatan atau berolahraga.
  2. Mudah merasa lelah saat melakukan aktivitas atau berolahraga.
  3. Terjadi pembengkakan di tangan, pergelangan kaki atau pada kakinya.
  4. Terjadinya penumpukan cairan di jantung atau paru-paru.

Namun, penyakit jantung bawaan tidak menyebabkan rasa sakit di dada atau nyeri seperti saat seseorang mengalami serangan jantung atau memiliki penyakit jantung.

Penyakit jantung bawaan menyebabkan aliran darah yang melalui jantung tidak normal, padahal aliran darah ini membawa darah yang kaya akan oksigen ke seluruh bagian tubuh. Kondisi ini tentu saja memaksa jantung untuk bekerja lebih keras lagi agar bisa memenuhi kebutuhan tubuh.

Penyebab penyakit jantung bawaan yaitu jika ibu yang hamil memiliki penyakit rubella (campak jerman), mengonsumsi obat-obatan terentu yang diketahui dapat menyebabkan jantung bawaan serta adanya faktor keturunan dari riwayat keluarga baik orangtua ataupun kakek neneknya.

Kenalilah Penciptamu


Alloh Ta’ala berfiman :
“Dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. kemudian Kami jadikan Dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Alloh, Pencipta yang paling baik”. [Al Mu'minun:12-14]
Siapakah yang telah menciptakan keindahan alam ini?
free-wallpaper-desktop-wallpaper-rainbow-farmland-mick-y-picture
Lautan dengan pantai nan elok….
Sunset
Gunung yang kokoh menjulang ke langit nan mempesona dari jauh…
gunung indah
Gemericik air sungai yang menyegarkan ……

Bening tetes-tetes embun hinggap pada daun-daun dan buah-buah nan lembut menawan ….
cherry1_sedang
Sinar matahari pagi yang hangat memacu semangat.
Subhanallooh …….
La ilaha illalloh …….
Allohu Akbar …..
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (21) الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءًوَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ
“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa, Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu Mengadakan sekutu-sekutu bagi Alloh, Padahal kamu mengetahui”. [Al Baqoroh:21-22]
Apakah Alloh menciptakan semua itu sia-sia?
Dihamburkan begitu saja tanpa ada tujuan?
Perhatikanlah nasehat Syaikh Abdul Aziz bin Abdulloh bin Baz رحمه الله berikut
nasehat syaikh bin baz
Berilmu dengan hukum-hukum Alloh adalah wajib dijadikan yang utama diatas pengetahuan-pengetahuan yang lainnya, tidak ada larangan untuk membekali dengan ilmu-ilmu dan pengetahuan-pengetahuan yang lainnya, akan tetapi harus mendahulukan yang paling pokok, dan fokus yang pokok untuk ilmu-ilmu seluruhnya adalah ma’rifatulloh (mengenal Alloh) سبحانه dengan nama-nama dan sifat-sifat-Nya, memberikan keberhakan ibadah hanya pada-Nya bukan kepada selain-Nya, kemudian mengenal agama-Nya baik aqidah, suluk, ibadah, dan hukum-hukum yang setiap muslim tidak boleh bodoh tentangnya, sebagaimana wajib bagi kaum muslimin untuk berpegang teguh pada agama mereka dengan jujur dan ikhlas, mereka menerima apa yang diperintahkan kepada mereka, mengerjakan dan mempraktekkannya dalam seluruh sisi kehidupan mereka tanpa membeda-bedakan, dan hendaklah mereka mengetahui bahwa jika mereka mengerjakanya itu semua maka mereka akan mendapatkan kesenangan dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. tanpa membeda-bedakan, dan hendaklah mereka mengetahui bahwa jika mereka mengerjakanya itu semua maka mereka akan mendapatkan kesenangan dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
Jazahulloh Syaikh wa rohimahulloh rohmatan wasi’ah. [sumber ; abukhadijah.wordpress.com]

Bahaya Hizbiyah


1. Definisi Hizbiyah menurut bahasa
Di Dalam Ash Shihah Fil Lughoh (I/126, Maktabah Syamilah) diterangkan sebagai berikut:
حِزْبُ الرجل: أصحابه. والحِزْبُ: الوِرْدُ. وقد حَزَّبْتُ القرآن: والحِزْبُ: الطائفة. وتحزَّبوا تجمّعوا. والأحزاب: الطوائف التي تجتمع على محاربة الأنبياء عليهم السلام.
Hizbur rojul : yaitu para sahabatnya. Al Hizbu : yaitu Al Wirdu, Sungguh aku telah membaca Al Qur’an satu Hizb. Al Hizbu : yaitu kelompok, tahazzabuu yaitu berkelompok (berkumpul). Dan Al Ahzab : adalah kelompok-kelompok yang berkumpul untuk memusuhi para nabi عليهم السلام .
Di dalam kitab-kitab kamus bahasa arab tidak jauh dari apa yang saya nukil di atas.
2. Definisi Hizbiyah menurut syari’at
Hizbiyah menurut syari’at adalah pembelaan dan permusuhan yang dilandasi dengan semangat kekelompokkan dan bukan berdasarkan kebenaran. Kekelompokkan ini bisa berupa suku, asal, perkumpulan, atau seseorang.
Jika seseorang membela orang lain berdasarkan kelompok, perkumpulan, suku, atau seseorang maka dia telah terjatuh dalam semangat hizbiyah. Akan tetapi apabila pembelaan itu berdasarkan kebenaran maka dia telah selamat dari hizbiyah.
Hal ini telah diperingatkan oleh Alloh تعالى tentang bahayanya bagi kaum muslimin  dalam firman-Nya تعالى :
وَلَا تَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَ (31) مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُون
Artinya:
“Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Alloh, yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.”. (Ar Ruum:31-32)
Perhatikanlah firman Alloh تعالى : “Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka”.
Al Imam Ath Thobari  mengatakan, ‘Setiap kelompok dan setiap golongan dari mereka yang memecah belah agama mereka yang benar, kemudian membuat bid’ah yang mereka ada-adakan. “Mereka bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka” : (yaitu) mereka berpegang teguh dengan apa yang ada dalam madzhab (mereka), mereka senang dan gembira, mereka menyangka bahwa kebenaran itu bersama mereka dan tidak ada pada selain mereka’.  (Tafsir At Thobari XX/101, Maktabah Syamilah)
Inilah hizbiyah yang dilarang oleh Alloh تعالى dalam ayat ini dan ayat-ayat yang lainnya. Yaitu menyatakan dan mengakui kebenaran itu hanya ada pada kelompok atau golongan mereka sendiri sedangkan yang lain adalah semua salah. Kemudian mereka mengikat diri mereka atas dasar kelompok, baik pembelaan maupun permusuhan. Karena keyakinan mereka bahwa kebenaran itu hanya berasal dari kelompok mereka saja.
Ini juga adalah sifat dari kaum musyrikin atau selain mereka dari kalangan ahlul kitab. Maka Alloh تعالى melarang kaum muslimin menyerupai mereka.
Termasuk di dalamnya juga adalah solidaritas dengan nama-nama walaupun nama itu sebenarnya baik, akan tetapi apabila digunakan untuk maksud solidaritas yang tidak diatas kebenaran maka inipun masuk dalam kategori hizbiyah. Sebagaimana dalam Shohih Al Bukhori dan juga Shohih Muslim diriwayatkan melalui Jabir  رضي الله عنه , bahwa beliau berkata, ‘Kami telah berperang bersama Rosululloh صلى الله عليه وسلم ,  sungguh manusia dari kalangan Muhajirin telah berkumpul sampai mereka banyak, dan ada seorang laki-laki diantara mereka menepuk pantat seorang Anshor, diapun sangat marah sampai mereka saling menyeru untuk meminta bantuan, orang Anshor itu berkata, ‘Wahai Anshor’. Orang Muhajirin juga mengatakan, ‘Wahai Muhajirin’. Maka Nabi صلى الله عليه وسلم keluar lalu bersabda :
ما بال دعوى أهل الجاهلية ؟ ثم قال ما شأنهم
Artinya:
“Ada apa dengan seruan jahiliyah itu?”. Kemudian beliau bersabda : “Ada apa dengan mereka?”.
Maka dikabarkanlah bahwa seorang muhajirin menepuk pantat seorang anshor, maka Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda :
دعوها فإنها خبيثة
Artinya :
“Cegahlah, sesungguhnya itu adalah jelek”. (HR. Al Bukhori 3330, 4622, 4624, Muslim 2584, dan lain-lain)
Lihatlah saudara-saudaraku, muhajirin dan anshor adalah dua kata yang dipuji oleh Alloh تعالى dalam Al Qur’an akan tetapi ketika kedua kata ini digunakan untuk saling berbangga dan menyerukan solidaritas kekelompokkan maka itu dinyatakan oleh Nabi صلى الله عليه وسلم sebagai seruan jahiliyah.
3. Bahaya hizbiyah
a. Memecah belah kaum muslimin
Sebagai mana firman Alloh تعالى di atas (Ar Ruum:31-32). Ini jelas ketika setiap kelompok masing-masing menyatakan diri mereka yang paling benar maka akan menyatakan kelompok atau golongan lain salah dan sesat. Maka tidak mungkin mereka akan bersatu.
Asy Syaikh Abdurrohman bin Nashir As Sa’di mengatakan, ‘Dan dalam (firman Alloh تعالى) ini terdapat peringatan bagi kaum muslimin dari perpecahan dan bercerai berainya mereka menjadi bergolong-golongan, setiap golongan berta’ashub (fanatik) terhadap apa yang bersama mereka baik benar maupun bathil, maka jadilah mereka seperti kaum musyrikin di dalam perpecahan, padahal agama itu satu, rasulnya satu, yang diibadahi-nya satu, kebanyakan perkara-perkara diniyah terjadi ijma’ di dalamnya antara ulama dan ummat, dan persaudaraan imaniyah telah diikat oleh Alloh dengan ikatan yang paling sempurna, maka mengapa hal itu semua dihilangkan kemudian dibangun perpecahan dan permusuhan diantara kaum muslimin diatas dasar masalah-masalah yang ringan atau cabang-cabang khilafiyah lalu sebagian menyesatkan sebagian yang lain, dan sebagian membedakan diri dengan sebagian yang lain?
Bukankah ini adalah termasuk godaan dan tujuan-tujuan syaithon yang paling besar yang akan memperdayai kaum muslimin?
Dan bukankah usaha untuk mempersatukan kalimat kaum muslimin dan menghilangkan permusuhan yang ada diantara mereka dengan dasar yang bathil itu adalah termasuk jihad fi sabilillah yang paling afdhol  dan juga amal yang paling afdhol yang mendekatkan diri pada Alloh? (Tafsir As Sa’di I/640, Maktabah Syamilah).
b. Melemahkan kekuatan kaum muslimin
Alloh تعالى berfirman :
وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِين
Artinya:
“Dan taatlah kepada Alloh dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”. (Al Anfaal:46)
Ayat ini sudah sangat jelas bahwa berbantah-bantahan di kalangan kaum muslimin akan melemahkan kekuatan mereka. Tentu berbantah-bantahan ini adalah buah dari saling menempatkan bahwa dirinya paling baik dan paling berhak menyandang kebenaran.
Saudara-saudaraku dua bahaya yang sangat besar yang sekarang kita rasakan di tengah kaum muslimin, seharusnya kita semua menyadari hal ini. Persatuan adalah anugerah Alloh تعالى  yang sangat berharga sebagaimana anugerah Islam itu sendiri, Alloh تعالى berfirman :
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آَيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Artinya:
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Alloh, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Alloh kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Alloh mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Alloh, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Alloh menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Alloh menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk”. (Ali Imron:103)
Wallohu a’lam. Salam persaudaraan untuk seluruh kaum muslimin.