Tampilkan postingan dengan label Mengapa?. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mengapa?. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 September 2011

Mengapa Perjalanan Pulang Terasa Lebih Cepat?

Kebanyakan orang yang pulang dari liburan merasa bahwa perjalanan pulang ke rumah jauh lebih cepat daripada perjalanan pergi. Padahal jarak keduanya sama, namun perjalanan pulang tampak terasa lebih pendek.

Para ilmuwan percaya 'efek perjalanan pulang' ini tidak disebabkan oleh rute perjalanan pulang yang sudah dikenal, seperti yang diduga sebelumnya. Tetapi karena harapan yang berbeda.

"Orang-orang sering meremehkan berapa lama perjalanan yang dibutuhkan untuk pergi keluar dan ini alasan pengalamannya terasa panjang," kata Peneliti Niels van de Ven, dari Tilburg University di Belanda, Jumat (2/9).

"Berdasarkan pada perasaan itu, pelancong mengharapkan perjalanan pulang juga terasa lama juga, dan ini kemudian ternyata lebih pendek dari yang diharapkan".

Sebuah estimasi waktu perjalanan yang terlalu optimis mengarah ke ilusi perjalanan pulang yang lebih pendek, kata para peneliti.

Kesimpulan ini didasarkan pada tiga studi singkat terhadap 350 orang yang berlibur dengan bus, dengan sepeda, atau menonton video orang yang naik sepeda. Penelitian ini diterbitkan dalam Buletin Springer's Psychonomic Bulletin & Review.
Ketika perkiraan durasi dibandingkan, responden berpikir bahwa perjalanan pulang rata-rata 22 persen lebih cepat daripada perjalanan pergi. Efek perjalanan pulang itu sangat besar bagi peserta yang melaporkan bahwa perjalanan awal yang panjang terasa mengecewakan.

Selanjutnya, ketika satu kelompok peserta diberitahu bahwa perjalanan mendatang akan tampak panjang, efek perjalanan pulang menghilang. Ironisnya, memberitahu peserta bahwa perjalanan mendatang akan menjadi sangat lama memimpin mereka untuk mengalami perjalanan yang memakan waktu sedikit.

Sampai sekarang, penjelasan populer untuk perjalanan pulang yang terasa pendek adalah lebih dikenal dan lebih mudah diprediksi daripada perjalanan pergi. Namun dalam penelitian mereka, para peneliti menunjukkan bahwa penjelasan ini tidak mungkin.

Asisten penulis Michael Roy, dari Elizabethtown College di Pennsylvania, mengatakan: "Efek perjalanan pulang juga ada ketika responden mengambil rute kembali yang berbeda, namun jarak yang sama". "Anda tidak perlu mengenali rute untuk mengalami efek".

Para peneliti berharap dapat menjelaskan lebih dari sekadar efek perjalanan pulang. "Temuan pada efek perjalanan pulang ini dapat membantu kita membuat prediksi baru tentang bagaimana orang mengalami durasi itu, meskipun mereka tidak berhubungan dengan perjalanan." kata Profesor van de Ven.(Dailymail/MEL)

Minggu, 24 Juli 2011

Mengapa Saat Berenang, Tubuh Kita Bisa Mengapung?

Ah,,aku tidak bisa berenang!! Aku seperti batu!!” Beberapa orang pasti takut dengan air, kan? Tapi kamu jangan khawatir, karena tubuh manusia bisa mengapung dengan mudah di permukaan air. Manusia bisa mengapung karena memiliki daya apung. Daya apung terjadi karena volume tubuh manusia lebih besar daripada volume air saat berat air dan tubuh manusia yang sama dibandingkan. Hubungan antara berat dan volume disebut kepadatan.
Jika benda yang memiliki kapadatan kecil masuk ke dalam benda yang memiliki kepadatan besar, benda itu akan mengapung karena adanya daya apung. Kandungan garam Laut Mati sangat tinggi sehingga makhluk hidup tak mungkin hidup di sana. Karena itulah namanya Laut Mati. Karena kepadatan air Laut Mati tinggi, orang-orang dapat mengapung sambil membaca buku di atas permukaannya.

Kenapa Apel Yang Sudah Dikupas Berubah Warna?

Apel itu enak di makan dan rasanya manis!! Tapi jika kulitnya dikupas, mengapa warnanya jadi menguning ya? Apel yang berubah warna tidak sedap untuk dipandang dan rasanya pun kelihatannya tidak enak untuk di makan. Jika kulitnya sudah dikupas, mengapa apel berubah warna? Apel mengandung pektin, unsur penting yang memengaruhi pembentukan aroma, rasa, dan warna apel. Tapi jika komposisi pektin ini bertemu langsung dengan oksigen, maka akan beroksidasi dan warna apel akan menguning.
Kulit apel yang belum dikupas tentu saja menghalangi udara bersentuhan langsung dengan bagian dalam apel. Tapi jika kulitnya dikupas maka akan bertemu langsung dengan oksigen, dan beroksidasi. Apel yang sudah dikupas berubah warna karena komposisi pektin bereaksi terhadap oksigen sehingga warnanya menguning. Tak hanya apel, buah lainnya seprti aprikot, pisang, ubi, dan sebagainya juga akan berubah warna jika bertemu langsung dengan oksigen.

Kenapa Ular Menelan Mangsanya Bulat-bulat?

Ular tidak memiliki gigi untuk mengunyah dan cakar untuk mencabik-cabik mangsanya agar dapat dimakan. Jadi, tak ada cara lain selain menelan mangsanya bulat-bulat. Di bagian bawah rahangnya terdapat sendi yang sangat elastis, sehingga ular bisa membuka mulut lebar-lebar. Selain itu ular tidak punya tulang dada, sehingga pada kerongkongannya terdapat banyak kerutan. Kulitnya pun sangat elastis. Jadi, mangsa sebesar apa pun mampu ditelan bulat-bulat.
Ular tidak punya kaki. Tapi pada zaman dahulu ular mempunyai kaki, karena nenek moyangnya adalah kadal laut. Sampai sekarang masih ada tanda yang membuktikan dulu ular pernah berkaki. Kalau kita perhatikan bagian anus ular, maka akan terlihat sesuatu yang kecil meonjol, bentuknya seperti kuku. Itu adalah sisa-sisa kaki belakang ular yang membuktikan dulu ular pernah berkaki. Lalu bagaimana ular bisa berjalan tanpa kaki? Ia merayap menggunakan sisik yang melapisi tubuhnya.
Tubuh ular bersisik sampai ke ujung ekor. Ular berjalan dengan cara merayap dengan bantuan sisik yang menutupi kulitnya. Jika ular merayap di semak-semak, ada banyak keuntungan, karena tidak menimbulkan suara dan terlihat hewan lain. Berbeda dengan jenis reptil lainnya, ular tidak menggunakan kaki untuk berjalan. Itu karena kaki ular tidak tumbuh lagi.

Mengapa Pada Musim Gugur Daun Berjatuhan?

Jika pohon mendapat sinar matahari, sedikit demi sedikit ia akan mengeluarkan air lewat lubang kecil pada daunnya. Pada musim panas pohon banyak membutuhkan air. Jadi, tidak masalah jika hujan banyak turun di musim panas. Namun saat udara semakin dingin, tanah mengering dan lama-kelamaan kehabisan air. Kalau itu terjadi, air yang diserap pohon akan berkurang dan air yang keluar melalui pori-pori daun semakin banyak.

Dengan begitu pohon tersebut akan mati karena kekeringan. Jadi sebelum memasuki musim gugur, pohon menghasilkan sel-sel pelindung air di ujung rantingnya. Sel-sel ini menutup jalan menuju daun. Maksudnya agar air tidak keluar lewat pori-pori daun. Itu sebabnya pada musim gugur daun mengering karena tidak mendapat air dan akhirnya berjatuhan. Dan ini disebut berguguran.

Kenapa Tangan Menjadi Keriput Jika Mandi Terlalu Lama?

Kalau mandi apakah kita akan bertambah tua? Mengapa tangan kita yang semula halus jadi keriput seperti tangan nenek-nenek? Tangan kita menjadi keriput saat mandi, itu bukan berarti kita jadi seperti nenek-nenek. Itu karena lapisan permukaan kulit menyerap air. Pada lapisan kulit terluar terdapat sel-sel berbentuk sisik yang menumpuk secara teratur. Lapisan permukaan kulit ini mencegah masuknya bakteri dan mencegah keluarnya cairan dari dalam tubuh. Tapi karena banyaknya sel yang sudah mati, dalam kurun waktu tertentu sel-sel itu bakal terkelupas dan hilang.
Dengan demikian sel-sel di lapisan bawah kulit akan naik dan membentuk lapisan permukaan kulit yang baru. Pada lapisan permukaan kulit terdapat banyak sel yang sudah mati, sehingga jika terkena air atau api akan mudah hilang. Karena alasan itulah tangan kita menjadi keriput jika mandi terlalu lama. Tapi selesai mandi dan mengeringkan tubuh, bentuk kulit akan normal lagi. Cairan yang diserap akan keluar dan kulit kita kembali kencang seperti semula.

Mengapa Menggelitik Diri Sendiri Tidak Terasa Geli?

Saat kita merasa geli, tubuh kita akan merefleksikannya dengan tertawa terpingkal-pingkal, lutut dan kaki bergerak kian kemari. Tetapi anehnya kalau kita menggelitik diri sendiri, kenapa kita tidak tertawa? Itu karena rasa geli sudah diketahui lebih dulu oleh otak kita sehingga terjadi penundaan respons sensasi. Misalnya, waktu kita menggerakkan jari tepat di bagian bawah pinggang kita sendiri, otak kecil sudah mengetahui lebih dulu sehingga mengirim tanda penundaan reaksi. Tetapi kalau itu dilakukan orang lain, kita akan merasa geli karena tidak terjadi penundaan reaksi. Kalau kita tidak dapat menahan rasa geli, kita akan tertawa.

Sejak Kapan Sepak Bola Dan Kejuaraan Piala Dunia Dimulai?

Sepak bola pertama kali dimainkan pada abad ke-14 di Inggris. Pada abad 19 olahraga ini berkembang pesat. Pada tahun 1848 di Universitas Cambrige, Inggris, dibuat peraturan pertandingan sepak bola seperti out, kartu, kiper, offside dan peraturan lainnya. Sepak bola pertama kali dimainkan pada Olimpiade 1908, di London. Tapi olimpiade itu hanya diperuntukkan bagi pemain amatir, sedangkan pemain profesional tidak hadir.
Hal itu terjadi karena saat itu belum bisa ditetapkan siapa pemain sepak bola terbaik di dunia. Untuk menentukan pemain terbaik harus diadakan kejuaraan sepak bola dunia. Karena itu FIFA menggelar kejuaraan dunia. Kekecewaan FIFA terhadap Olimpiade Dunia semakin besar sehingga mereka mengadakan kejuaraan sepak bola dunia yang dapat dihadiri pemain profesional. Jules Rimet dan Henry Delaunay, dua orang berkebangsaan Prancis itulah yang melaksanakan ide tersebut sehingga kejuaraan sepak bola dunia (World Cup) diadakan untuk pertama kali pada tahun 1930.

Apa Yang Dimaksud Denga IQ Dan EQ?

IQ adalah Intelligence (kecerdasaan) Quotient (indeks). Berdasarkan kepanjangannya, Intelligence (kecerdasaan) dapat diartikan tingkat kepandaian seseorang, sementara Quotient (indeks) merupakan perbedaan berupa angka yang muncul dari hasil perbandingan dengan orang lain. Dengan kata lain IQ adalah ukuran intelektual sesorang yang mencakup semua hal tentang pemikiran, bakat, rumus-rumus, logika, dan lain-lain. EQ adalah Emotional (Emosi) Quotient (indeks), dalam bahasa kita disebut juga indeks emosional. EQ pertama kali digunakan oleh ilmuwan berkengbasaan Amerika, Peter Salovey dan John Mayer.
Kemudian pada tahun 1995 Emotional Intelligence yang ditulis oleh Daniel Colleman banyak dibaca orang dan sejak itu banyak yang tertarik. EQ adalah keterampilan untuk mengenali dan mengelola perasaan serta emosi sendiri maupun orang lain. Dengan kata lain, EQ merupakan kemampuan mengatur perasaan. Jadi, masalahnya bukan IQ-nya bagus atau EQ-nya bagus, tetapi bagaimana manusia memanfaatkan IQ dan EQ-nya.

Kenapa Timbul Buih Kalau Kita Mengoleskan Obat Disinfektan Pada Luka?

Obat disinfektan mengandung hidrogen peroksida. Sedangkan di dalam darah terdapat enzim katalis. Enzim katalis dapat menguraikan hidrogen peroksida dan mengubahnya menjadi air dan oksigen. Reaksi ini sangat cepat seingga ketika oksigen keluar, buih atau gelembung udara muncul bersamaan. Saat itulah virus di dalam luka terdorong keluar bersamaan dengan gelembung udara. Begitulah cara kerja obat antiseptik. Jadi, timbulnya buih saat luka diolesi obat antiseptik disebabkan oleh katalis yang ada di dalam darah. Enzim katalis itu dengan cepat menguraikan hidrogen peroksida menjadi air dan oksigen. Reaksi ini disebut juga reaksi enzim.

Kenapa Di Puncak Gunung Yang Tinggi Ada Salju?

Dunia ini terlihat sangat indah ketika turun salju, bukan? Tapi salju yang indah itu akan segera meleleh setelah beberapa waktu menyentuh permukaan tanah. Itu karena salju adalah salah satu bentuk es yang akan mencair jika berada di atas suhu 0 derajat Celcius. Namun di puncak gunung yang tinggi, salju tidak mencair dan tetap tampak melimpah. Itu karena salju di puncak gunung berasal dari uap air di udara yang berubah menjadi es. Bentuk salju berbeda-beda, tergantung suhu dan kelembapan udara.
Salju tersusun atas es tipis yang saling melekat, sehingga jauh lebih mudah mencair dibandingkan es biasa. Jika suhu udara di bawah 0 derajat Celcius, salju tidak mencair dan akan tetap bertahan. Namun bukankah puncak gunung lebih dekat dengan matahari sehingga suhunya pasti lebih tinggi daripada permukaan tanah?
Faktanya, suhu di puncak gunung rendah. Semakin tinggi puncak gunung, tekanan udaranya semakin menurun dan udara tipis. Oleh karena itu udara di puncak gunung tak mampu menyerap panas matahari terlalu banyak. Selain itu dari permukaan bumi sampai batas tertentu, semakin tinggi daerahnya maka suhunya semakin rendah. Itulah sebabnya di puncak gunung yang tinggi suhunya lebih rendah dari 0 derajat Celcius sehingga terdapat banyak salju

Kenapa Debu Dapat Terlihat Jelas Di Bawah Pancaran Sinar Matahari Yang Masuk Lewat Celah Jendela?

Debu selalu ada di udara. Hanya saja ukurannya sangat kecil seingga tidak terlihat mata kita. Ketika mata kita melihat suatu benda, cahaya akan merefleksikannya sehingga kita bisa melihat benda itu dengan jelas. Tapi cahaya yang masuk melalui celah pintu atau jendela lebih terang daripada cahaya di sekelilingnya. Karena itu ketika cahaya menyentuh debu dan berpencar, debu dapat terlihat jelas. Tidak hanya debu, uap seperti kabut atau asap dapat terlihat lebih jelas di bawah cahaya terang. Itu karena cahaya mengurai setelah bertabrakan dengan partikel uap atau asap.

Mengapa kalau kita menggoreng menggunakan minyak, sedangkan memasak menggunakan air?

Kalau kita memasukkan ayam ke air mendidih, uap air akan keluar dan ayam pun matang. Sebaliknya, kalau kita memasukkan ayam ke minyak yang sangat panas ayam akan tergoreng dan terdengar suara mendesis. Suatu benda akan terebus bila dimasukkan ke air mendidih dan tergoreng bila dimasukkan ke minyak mendidih karena perbedaan suhu antara air dan minyak yang mendidih.
Air mulai mendidih pada suhu 100 derajat Celcius dan suhunya tidak akan naik lagi setelah itu. Tetapi minyak belum mendidih pada suhu 100 derajat Celcius dan hanya akan mendidih bila suhu terus naik sampai kira-kira 200 derajat Celcius. Artinya, bila kita memasukkan makanan ke air mendidih, makanan akan dimasak dalam suhu tetap, sementara bila kita memasukkan makanan ke minyal mendidih, karena suhu minyak yang terus memanas makanan pun lebih cepat matang dan permukaannya jadi lebih garing.