Sabtu, 03 Desember 2011

8 Tips agar Furniture lebih 'Hijau'


Berbagai isu tentang global warming saat ini sudah menjadi perhatian banyak pihak dan dari seluruh aspek kehidupan. Bagi kita yang berkecimpung di dalam dunia furniture baik itu kayu, besi, rotan atau material lain ternyata cukup banyak yang bisa dilakukan untuk mendukung kampanye tersebut.

Mungkin bagi anda yang memiliki pertimbangan bisnis, hal-hal yang akan terungkap di bawah ini tidak sesuai bahkan bertentangan. Namun, akan selalu ada cara yang hemat untuk menjadi lebih 'hijau' di sekitar anda. Sekecil apapun yang kita lakukan bisa membuat perubahan dan dampak yang besar bagi kesehatan dan tentunya global warming.

Dalam lingkup furniture, apa saja yang bisa dilakukan untuk membuat furniture menjadi lebih 'hijau'?

Berikut ini tips dari tentangKAYU.

1. Kayu dari hutan/kebun yang dikontrol kelangsungannya.
Sebagai bahan baku utama pembuatan furniture, kayu yang berasal dari pohon di hutan memiliki andil yang besar untuk mengurangi panas bumi karena gas CO2. Oleh karena itu sebaiknya membeli furniture/kayu yang berasal dari hutan yang dikelola dengan baik. Artinya terlihat adanya penanaman kembali (reboisasi) hutan yang telah ditebang. Tentu saja kita sangat jauh untuk mencapai kontrol tersebut.
Terdapat beberapa instansi dan/atau organisasi yang bekerja untuk membuat sistem kontrol tersebut, misalnya Forest Stewardship Control (FSC), Rainforest Alliance, TFT dan lainnya.

2. Furniture dari kayu 'bekas'
Saat ini banyak sekali orang mencari bangunan tua yang terbuat dari kayu jati untuk diolah kembali menjadi furniture. Ada beberapa alasan ekonomis yang mengikuti langkah tersebut, namun demikian ada juga manfaatnya bahwa berarti mereka membantu mengurangi volume pemotongan pohon jati. Langkah ini bisa juga dilakukan untuk kayu jenis lain. Pada dasarnya, jika terdapat kayu di luar sana yang tergeletak tidak terpakai, mengapa kita harus menebang lagi untuk dibuat furniture?

3. Natural Fiber
Bambu tidak masuk kategori pohon, tetapi 'rumput'. Secara kekuatan pada konstruksi tertentu bambu memang tidak bisa dibandingkan langsung dengan kayu, namun dari segi estetika furniture bambu merupakan produk yang eksotis dan menarik.
Atau bahan lain seperti rotan, eceng gondok dan kulit pisang.

4. Awet dan mudah diperbaiki
Cari atau buatlah furniture yang kuat sehingga awet dan mudah diperbaiki ketika ada kerusakan. Lebih awet furniture yang anda miliki dan anda produksi membantu mengurangi konsumsi kayu. Dan produk yang kuat juga bisa diwariskan kepada kerabat atau rekan yang lain tanpa harus membeli yang baru.

5. Rendah Bahan Beracun
Dalam industri furniture dikenal beberapa bahan beracun yang digunakan pada setiap prosesnya. Bagian paling besar adalah bahan finishing. Terdapat satu bahan kimia yang bernama Formalin (Formaldehyde) pada bahan finishing dan ini sangat berbahaya bagi kesehatan, terutama anak-anak karena bisa menimbulkan kanker dan gangguan pernafasan.
Jenis bahan finishing yang termasuk 'lebih aman' adalah Politur, NC, Waterbased lacquer dan natural oil.
Yang termasuk berbahaya dan mengandung lebih banyak Formalin misalnya: Melamine, PU (PolyUrethane), UV lacquer, lamination paper (Formika).

Bagian lain dari furniture misalnya lem kayu, multipleks dan MDF juga mengandung Formaldehyde namun kandungannya lebih kecil.

6. Furniture Bekas
Dengan membeli furniture bekas berarti kebutuhan akan pohon tebangan juga berkurang atau paling tidak bisa dimanfaatkan untuk hal yang lainnya.

7. Furniture Lokal
Jarak ribuan kilometer bagi furniture import untuk mencapai lokasi kita cukup membuat konsumsi biaya transportasi dan konsumsi bahan bakar (yang memproduksi CO2) menjadi besar. Berbeda apabila kita membeli produk lokal dengan jarak transportasi yang dekat.

8. Ukuran bagian furniture, kecil tapi kuat.
Mendesain furniture dengan tipe minimalis dan menghemat bahan baku juga cukup membantu menjadikan produk anda lebih hijau. Tidak menghambur-hamburkan bahan kayu menjadi bagian-bagian solid yang besar dan berat. Kalaupun jika desain menuntut untuk memiliki pilar yang besar, carilah cara dari sisi kontruksi untuk membuatnya lebih sederhana dengan memanfaatkan bahan lebih sedikit.

Sumber : tentangkayu.com

Cara Lain Penumpukkan Kayu


Mengeringkan kayu Jati sudah bukan hal yang baru bagi industri kayu di Indonesia, terutama kota Jepara sebagai kota penghasil kerajinan kayu Jati. Berbagai cara manual (tanpa mesin pengering Kiln Dry) telah lama pula diterapkan.

Pada saat kami berkunjung ke suatu pabrik furniture kayu jati, terlihat sebuah cara yang menarik dilakukan oleh pabrik tersebut dalam hal penumpukkan kayu Jati. Ada baiknya kami bagi bersama pembaca tentangkayu walaupun mungkin sudah ada yang menggunakan metode yang sama.

Pekarangan pabrik diratakan dan ditutupi dengan lantai beton atau semen untuk mengurangi penguapan air dari dalam tanah sekaligus untuk mempercepat mengalirkan air hujan ke selokan. Tidak terlihat atap maupun dinding pada pekarangan tersebut. Sepertinya hal itu dimaksudkan untuk penguapan yang lebih baik.

Lembaran-lembaran kayu jati diletakkan sedemikian rupa dengan posisi menyilang setiap lembarnya sehingga terdapat rongga setebal kayu jati untuk jalan penguapan udara.
Dan di antara lembaran kayu jati tersebut disisipkan sebilah kayu tipis (5-10 mm) sebagai jalan udara pada saat penguapan.

Metode penumpukkan ini sangat baik untuk menjaga kestabilan bentuk kayu sekaligus mempercepat waktu pengeringan. Uap air bergerak cepat karena rongga di setiap lembar kayu. Begitu pula dengan panas matahari yang lebih efektif karena tipe lantai yang diperkeras dengan beton dan semen.

Tentu saja lembaran - lembaran jati tersebut hanya dijemur pada saat cuaca cerah dan panas, untuk selanjutnya diproses di dalam ruang produksi. Kami tidak sempat memperoleh informasi berapa lama proses pengeringan berjalan. Yang pasti pabrik mengatakan bahwa metode ini baru mereka terapkan beberapa bulan dan mempercepat proses pengeringan alami kayu Jati.

Silahkan mencoba.

Sumber : tentangkayu.com

Jenis-Jenis Kayu Pinus yang Biasa Digunakan dalam Kerajinan Kayu


Terdapat lebih dari 20 jenis kayu pinus dengan nama species yang berbeda. Jenis kayu pinus yang sering digunakan dan secara umum dikenal memiliki kualitas yang baik ada 2 jenis kayu pinus yaitu Pinus Radiata dan Pinus Merkusii.


PINUS RADIATA (Radiata Pine)
Area Tumbuh: Australia (740 ribu hektar), Chili (sekitar 1,3 juta hektar), Selandia Baru (1,2 juta hektar), Afrika Selatan dan Amerika. Hutan paling besar untuk kayu ini diketahui adalah dari Chili. Beberapa eksporter juga berasal dari Selandia Baru namun tidak murni plantation. Biasanya Selandia Baru mengekspor kayu ini sudah dalam bentuk S2S atau S4S.

Pohon: Antara 15 - 25 tahun kayu Pinus Radiata bisa memiliki diameter batang 30 - 80 cm dan tinggi antara 15 - 30 meter. Pinus Radiata termasuk jenis pohon yang cepat tumbuh dan berbatang lurus.

Warna Kayu: Kayu teras berwarna merah kecoklatan dan kayu gubal berwarna kuning dan krem. Garis lingkaran tahun pinus radiata lumayan jelas terlihat sehingga garis serat kayu pada pembelahan tangensial bisa terlihat jelas pula.

Densitas: 480 - 520 kg/m3 pada MC 12%

Serat kayu: Cenderung lurus tapi terdapat banyak mata kayu karena pohon pinus radiata memiliki banyak cabang kecil pada batangnya.

Pengeringan: sekitar 12 - 15 hari untuk mendapatkan MC level 12%

Proses mesin: Mudah pengerjaan, termasuk lunak untuk pisau.


PINUS MERKUSII (Merkus Pine)

Area tumbuh: Asia Tenggara meliputi Kamboja, Vietnam, Malaysia, Phillipina, Myanmar dan Laos. Terbesar adalah di area pulau Sumatra di daerah antara Gunung Kerinci dan Gunung Talang. Di Phillipina terdapat di area gunung Mindoro.

Pohon: Bisa mencapai 25 - 45 meter ketinggian dan diameter pohon hingga 1 meter.
Warna Kayu: Kayu teras berwarna coklat kemerahan dan kayu gubal berwarna kuning keputihan.
Densitas: 565-750 kg/m3 pada MC 12%
Serat kayu: Lurus dan sama rata antara kayu gubal dan teras.
Pengeringan: sekitar 12 - 15 hari untuk mendapatkan level MC 12%.

Teknis Umum:
1. Kayu pinus termasuk mudah terserang jamur, biasa disebut blue stain. Oleh karena itulah sebaiknya pengeringan dilakukan secepat mungkin setelah penebangan.
2. Apabila anda memproduksi furniture yang finishing akhirnya warna atau non natural, sebaiknya hati-hati terhadap kantong minyak dan mata kayu pada pinus. Kantong minyak dan mata kayu memiliki permukaan yang lebih keras dibanding sisi yang lain sehingga penyerapan bahan finishing berkurang yang mengakibatkan perbedaan warna (transparansi).
3. Pinus cukup lemah terhadap perubahan suhu dan kelembaban udara, gunakan laminasi apabila anda membutuhkan papan yang lebar.
4. Mudah diproses dan seratnya halus sangat membantu pada kecepatan proses finishing.

Sumber : tentangkayu.com

Beberapa Trik Pengolahan Bambu


Bambu juga memiliki kandungan air pada pori-porinya dan terlebih lagi dengan ukuran pori-pori yang lebih besar dari kayu, bambu lebih labil dibandingkan kayu. Sama halnya pula dengan kayu, bambu tetap harus melalui proses pengeringan, hanya saja detail prosesnya sedikit berbeda dengan kayu.

Struktur alami bambu ini membuat resiko perabot dari bambu menjadi rusak karena jamur dan serangan serangga pemakan bambu menjadi sangat besar. Oleh karena itu mengeringkan bambu menjadi proses kerja yang paling penting.

Trik memotong bambu akan sangat membantu mengurangi resiko ini. Pemotongan sebisa mungkin pada ruas bambu, karena bagian ini cukup keras dan terturup sehingga air tidak mudah masuk. Jika hal tersebut tidak bisa dihindari, maka trik mengisi lubang pada ujung potongan (dengan kayu atau bambu) menjadi cara yang baik untuk mencegah serangan jamur.

Jenis bambu yang paling baik adalah yang memiliki 'daging' tebal atau lubang yang sekecil mungkin. Hal ini membantu kemudahan proses konstruksi dan pencegahan peresapan air.
Setelah hal tersebut di atas bisa dihindari, maka kekuatiran timbulnya masalah kualitas pada furniture dari bambu tidaklah terlalu besar dan berbahaya. Dan akan lebih mudah diatasi pada saat perakitan ataupun finishing.

Sumber : tentangkayu.com

Aliran-Aliran dalam Seni Lukis


A. PENDAHULUAN
Aliran adalah Seni Lukis pada hakikatnya adalah hasil gejolak Sang seniman yang dituangkan lewat media dua dimensional. Dalam gejolak jiwa, sang senimanlah meramu unsur-unsur seni baik unsur fisik maupun non fisik (estetis). Unsur itu diantaranya warua, bentuk , tekstur, keseimbangan, menghasilkan karya seni yang merupakan perwakilan dirinya secara utuh. Disinilah awal mula timbulnya berbagai aliran-aliran dalam seni lukis yang kita kenal sekarang ini.
Jika kita mau memperhatikan perjalanan sejarah seni rupa dunia, akan tampak betapa peranan dan penghargaan terhadap eksistensi (keberadaan) individu sang seniman dalam menghasilkan karya yang kita miliki dalam tulisan ini adalah aliran dalam seni lukis. Betapa tidak, sang seniman maupun menciptakan seni (seni lukis) yang bermutu tinggi, sehingga ia berhak digelari sang tokoh pada setiap aliran yang ditekuninya. Misalnya kalau di Indonesia tokoh ekpresionisme adalah Affandy, Naturalisme tokohnya Basuki Abdullah, da Realis tokohnya S. Soedjowo dan tokoh dunia lainnya misalnya L. David, Remrand, (aliran romantis) Manet, Monet, Seaurat (aliran romantis), J. Polloc (Ekspresionisme), dan aliran Surrealisme (S.Dali) dalam tulisan ini, penulis mengajak kita semua untuk saling bertukar pemahaman tentang aliran pemerhati seni, maupun sebagai seniman guna menambah atau memperbaharui wawasan kita yang lebih luas dan ini tentu sangat bermanfaat bagi kita khususnya sebagai pendidik seni. Pertanyaannya adalah mampukah kita membedakan dan mengerti tentang hasil karya sang seniman yang merupakan refleksi gejolak jiwanya sendiri dan sekaligus sebagai media komunikasi antara sang seniman dengan orang lain? Untuk itu diperlukan pengetahuan dasar yaitu salah satunya adalah mengenal aliran dalam seni lukis. Berikut hanya dikemukakan sebahagian saja aliran dalam seni lukis karena keterbatasan waktu dan ruang.

B. ALIRAN DALAM SENI LUKIS
Karya seni yang merupakan karya perseorangan (bukan hasil reproduksi) harus menunjukkan dan mencerminkan eksistensi pribadi yang khas. Karena seni yang baik merupakan manifestasi (perwujudan) individual. Misalnya Basuki Abdullah akan tampak ada perbedaan cara manifestasi dengan gaya Affandi. Perbedaan inilah yang kemudian dikenal sebagai gaya/aliran.macam-macam aliran tersebut antara lain :
1. Naturalisme
Seniman kelompok aliran ini berusaha melukiskan segalasesuatu dengan nature atau alam nyata, artinya disesuaikan dengan tangkapan mata kita. Untuk memberikan kesan mirip (syukur bisa persis), maka baik susunan, perbandingan, keseimbangan, perspektif, perbandingan, keseimbangan, perspektif, tekstur, pewarnaan, serta gelap terang dikerjakan seteliti mungkin, setepat-tepatnya.
Meskipun demikian, naturalisme ada semacam kecendrungan untuk mengidentifikasi memperbaiki, menyempurnakan alam. Maka tidaklah mengherankan apabila lukisan seseorang perawan desa dalam lukisan Basuki Abdullah justru tampak seperti bidadari yang berpakaian lusuh. Di Indonesia, tokoh naturalisme antara lain adalah : Basuki Abdullah, Raden Saleh.

2. Realisme
Realisme cenderung melukiskan segala sesuatu apa adanya tanpa berusaha mengidealisasikan alam, memperbaiki ataupun menyempurnakan. Bahkan cenderung kenyataan-kenyataan pahit (kemelaratan, kejorokan dll, dari sisi kehidupan).
Belinsky, seorang Rusia menunjukkan cara bagaimana orang dapat melukiskan cara bagaimana orang dapat meluki realistik, katanya: “Carilah objek kesenian lukisan dari dunia di sekelilingmu”. Jangan dibagus-baguskan, tangkap semua itu sebagaimana adanya. Perbedaan kecenderungan inilah yang membedakan Realisme dan Naturalisme (Sony K, 1993).
Sony Kartika (1993), menjelaskan macam-macam Aliran Realisme sebagai berikut :
a. Realisme Jendela
(Through the window realis) Objek-objek yang menjadi pilihan seniman dilakukan secara komplit menyeluruh dan digarap secara teliti sebagaimana mata melihatnya.
Artinya, pohon, rumah, orang, hewan rumput dll. Seluruhnya dilukiskan dalam satu bidang (kanvas, kertas). Sehingga secara sepintas menyerupai suatu pemandangan yang dilihat dari sebuah bingkai jendela.

b. Realisme Selektif
Lukisan-lukisan semacam ini hanya menampilkan objek / hal-hal yang paling menarik perhatian atau yang dianggap penting oleh seorang seniman.
Artinya sekian banyak objek yang ada, si seniman terlebih dahulu akan melakukan pemilihan, seleksi dan hasil dari seleksi tersebut kemudian disusun dan dilukisakan pada suatu bidang.

c. Realisme Fokus
Seniman-seniman penganut aliran ini berpendapat, bahwa tak seorangpun dapat melihat setiap seniman (semua) objek yang tampk dihadapannya, secara jelas. Oleh karena itu hanya objek-objek yang dianggap pentinglah yang digarap secara teliti sedang objek yang lain (sekitarnya) dikaburkan atau digarap secara global/kesan. Contoh semacam ini dapat kita temui pada karya-karya fotografi, atau pada lukisan karya seorang pelukis Belanda : Rembrandt dan Rijin.

d. Realisme Cahaya dan Bayangan
Objek yang dilukiskan sesuai dengan pandangan mata. Bentuk warna, bahkan cahaya dan bayangan yang terjadi digarap secara teliti.
Dalam hal ini kepekaan, ketajaman pengamatan terutama dalam menganalisis gelap-terang, seorang seniman amat dibutuhkan.
Karenanya banyak seniman menganut aliran ini cederung untuk melukis objeknya secara langsung benar-benar menghadai objeknya, untuk mencapai kemiripannya. Salah satu contohnya adalah karya pelukis Belanda : Rembrant Van Rijij, sedang untuk Indonesia adalah karya pelukis Dullah.

e. Realisme Dunia Mimpi
Aliran suatu aliran yang mengambil objek/tema dari dunia mimpi atau dunia khayal, yang kemudian diwujudkan kembali dalam sebuah karya. Kebanyakan karya-karya semacam ini memiliki kesan yang tampak aneh (sebab takkan dijumpai di alam nyata). Aliran semacam ini sering pula disebut sebagai aliran Surrealisme.

f. Realisme Sosial
Sebuah karya memanfaatkan bentuk-bntuk realisme untuk mencapai tujuan tertentu. Di Rusia misalnya, lukisan ini dipergunakan untuk tujuan-tujuan propaganda revolusi, di Mexico dipakai untuk tujuan pendidikan dan perjuangan. Demikian pula halnya di Indonesia, Sujoyono dkk, mempergunakannya sebagai alat untuk mengorbankan semangat perjuangan menentang penjajah.


3. Romantisme
Mendasarkan pada siatuasi semosi/penonjolan rasa (sedih, takut, horor, kelaparan dsb). Penggambaran emosi yang digunakan untuk merangsang penghayatan untuk memahami siatuasi emosi pada motif-motif pengalaman yang universal. Misalnya : Judul “Kapal Mendissa” karya Geri Chul, antara Hidup dan Mati, Raden Saleh. Suatu karya yang menentang kehidupan klasik / neo-klasik yang penggambarannya serta tenang.

4. Impressionisme (Impression = kesan)
Seniman-seniman Impressionis hanya melukiskan cahaya yang dipantulkan ke mata, kabur, tanpa vokus atau hanya merupakan kesan suatu objek. Aliran ini timbul sebagai akibat dari ketidak puasan terhadap cara-cara melukis seniman akademis (sebutan untuk seniman-seniman realisme dan bayangan) yang selalu melukis dalam studio. Seniman-seniman penganut aliran impresionis berpendapat bahwa cahaya dan bayangan tidak selalu tetap, tetapi berubah-ubah sesuai dengan gerakan sumber cahaya, oleh karena itu mereka tidak mau melukis di dalam studio. Mereka lari ke jalan raya, ke ladang, tepi sungai dsn. Ada hasil yang perlu dicatat dari aliran ini, yaitu dilukiskannya hal-hal yang belum pernah dilakukan / dikerjakan oleh seniman-seniman akademik, misalnya mereka melukiskan kabut, hujan badai, fatamorgana, gerakan-gerakan suatu objek dll. Serta warna-warnanya pun menjadi semakin cerah dibandingkan dengan warna seniman akademik yang menggelap.

5. Ekspressionisme (Expression : Ungkapan Perasaan).
Berlainan dengan impresionisme yang mengungkap kesan sesaat terhadap fenomena (gejala yang ditimbulkan) suatu objek, expressionisme yang mengungkap kesan sesaat terhadap fenomena (gejala yang ditimbulkan) suatu objek, xpressionisme lebih mengutamakan curahan persaan seorang seniman secara bebas. Sehingga kadang-kadang wujud yang dihasilkan (agak) berbeda dengan kenyataan objeknya. Expressionisme di Perancis diberi nama khusus yaitu Fauvisme. Tokoh Expressionisme yang terkemukan adalah : Van Gogh (Belanda) dan di Indonesia adalah Affandi.

6. Dadaisme
Aliran ini sering disebutt sebagai satu aliran yang anti seni (anti dalil dan pengertian seni yang ada), anti perasaan. Hal ini sebenarnya lebih condong oleh adanya sikap sinis terhadap segala akibat perang dunia I. Karya-karyanya serta serba aneh. Seperti misalnya mengkopi lukisan Monalisme karya Leonardo Davinci tetapi ditambah kumis. Tempat kencing yang diangkat dari tempat pembuangan sampah diberi judul untuk kemudian dipamerkan.

7. Surrealis
Para seniman dari kelompok ini berusaha membebaskan diri dari kesadaran (pikir), menghendaki kebebasan yang besar sebebas or yang tengah bermimpi dalam menciptakan karya-karyanya, sehingga karya yang dihasilkannyapun tampak aneh dan asing penuh misteri.
Sedang teknik realistik, karenanya banyak pula or yang menyebutkarya semacam ini dengan istilah : reaslisme dunia mimpi. Tokoh-tokohnya antara laian : Salvador Dali, sedang di Indonesia dapat disebutkan Sudibio.

8. Abstrak (Abstrasionisme)
Jika pada aliran sebelumnya orang masih bertitiik tolah dari objek / bentuk yang nyata, maka pd aliran abstrak yang banyak ragamnya ini or telah berusaha mengungkapkan suatu kenyataan yang ada dalam dunia batin seniman, mungkin suatu itu bernama fantasi, feeling atau entah apa lagi. Karena sesuatu itu muncul dunia dalam, dunia batin seseorang, maka yang muncul kemudian biasanya akan berbeda dengan dunia luar yang nyata. Jadi karya seperti ini bersifat individual/pribadi. Jika suatu lukisan abstrak itu masih tampak bebas / kesa alam, disebut Semi abstrak atau bisa juga disebut abstrak impresionisme.
Sedang yang abstrak murni ada dua jenis :

a. Abstrak Ekspresionisme
  •  Colour Field Painting : Lukisan yang hanya menampilkan bidang-bidang lebar dengan warna-earna cerah.
  •  Action Paintung : Lukisan yang menampilka warna-warna garis-garis, shape-shape, bidang-bidang dengan semburan, plototan, percikan, atau gerakan aksi lain yang menarik, untuk mewujudkan sebuah karya.

b. Abstrak Geometris
Sesuai dengan namanya lukisan yang ini lebih condong hanya menyusun/ mengkomposisikan unsur-unsur rupa yang punya sifat geomtris.

9. Kubisme
Seni lukis kubisme, mempergunakan shape-shape geomtri (segitiga, kubus dan lain-lain). Hampir dalam setiap karyanya walaupun yang digambarkan adalah figur manusia, tumbuh-tumbuhan, bahkan abstrak. Tokohnya seperti Pablo Picasso.

C. Kesimpulan
Mengenal aliran dalam seni lukis berrarti kita mampu mengapresiasikan suatu hasil karya seni khususnya seni lukis dengan tepat khususnya seni lukis dengan tepat dan benar dan mampu berkomunikasi dengan hasil karya itu sendiri.

Jumat, 02 Desember 2011

Undian Piala Eropa 2012


Grup B bisa dikatakan menjadi grup paling berat di antara tiga lainnya dari fase penyisihan grup Euro 2012. Belanda sebagai unggulan pertama bertemu dengan Denmark, Jerman, dan Portugal. Demikian hasil drawing putaran final Euro 2012 yang dilangsungkan di Kiev, Ukraina, Jumat (2/12) atau Sabtu dini hari WIB.

Di Grup C, juara bertahan dan sekaligus pemegang gelar juara dunia Spanyol ditantang Italia. "Kuda hitam" di grup in adalah Kroasia.

Grup D juga akan menyajikan partai seru karena terdapat Prancis dan Inggris. Ketiban sial di grup ini yaitu Ukraina selaku salah satu tuan rumah bersama. Sementara itu, Polandia--satu tuan rumah bersama yang lainnya--mendapat grup lunak. Polandia berkumpul dengan juara Euro 2004 Yunani, Rusia, dan Republik Ceska di Grup A.(DIM)

Berikut hasil lengkap drawing Euro 2012:

Grup A:
Polandia, Yunani, Rusia, Republik Ceska.

Grup B:
Belanda, Denmark, Jerman, Portugal.

Grup C:
Spanyol, Italia, Republik Irlandia, Kroasia.

Grup D:
Ukraina, Swedia, Prancis, Inggris.

Sumber : republika.go.id

Gubernur Terbaik Indonesia : Gubernur Provinsi Sulawesi Utara


Gubernur Provinsi Sulawesi Utara, Sinyo H Sarundajang memeroleh penghargaan sebagai gubernur terbaik dan berprestasi di ajang penganugerahan GATRA Award 2011.

"Ya, pak gubernur memeroleh penghargaan dari GATRA Award 2011 sebagai gubernur berprestasi. Penghargaan serupa juga diterima gubernur Sulawesi Selatan dan Gubernur Jawa Tengah," kata Kepala Bagian Humas Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Christian Sumampouw, di Manado, Jumat.

Sumampouw menjelaskan, penghargaan yang diterima gubernur Sarundajang diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Gamawan Fawzi yang bertepatan dengan acara perayaan HUT Gatra ke-17 di Sahid Jaya Hotel Sudirman Jakarta, Kamis (1/12).

Dia menjelaskan, Mendagri memberikan apresiasi kepada Sarundajang yang telah mampu membangun Sulut dengan penuh jiwa dan raga serta tanggung jawab sehingga membawa kemajuan pesat sehingga layak dinobatkan sebagai gubernur terbaik tahun 2011.

Ditetapkannya Sarundajang sebagai gubernur terbaik dari 33 Provinsi se-Indonesia, kata Sumampouw, karena dinilai berhasil membawa Provinsi Sulawesi Utara dua tahun berurutan memeroleh predikat opini pengelolaan keuangan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Selain itu, membawa Provinsi Sulawesi Utara terbaik dalam Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD).

Sumber : republika.go.id