Sabtu, 14 Januari 2012

Program Beasiswa Indonesia-Jerman


Dalam menciptakan model Perguruan Tinggi yang bermutu, Kementerian Pendidikan Nasional (kini Kemendikbud= Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) bekerjasama dengan pemerintah Jerman di dalam memberikan beasiswa "debt swap" yakni program beasiswa IGDS: Indonesian-German Doctoral Scholarship. Program ini merupakan program pengurangan jumlah utang luar negeri Indonesia terhadap negara Jerman khususnya dalam bidang pendidikan.

Berikut fokus kajian yang ditawarkan:
01. Ekonomi dan keuangan fokus Pengentasan Kemiskinan
02. Perubahan iklim, lingkungan dan keanekaragaman hayati
03. Energi baru dan terbarukan, sumberdaya alam
04. Ketahanan dan keamanan pangan
05. Kesehatan, Penyakit Tropis, gizi dan obat-obatan
06. Pengelolaan dan Mitigasi Bencana
07. Integrasi Nasional dan harmonisasi sosial
08. Otonomi daerah dan desentralisasi
09. Seni dan Budaya/ Industri kreatif (culture technology)
10. Infrastuktur, Transportasi dan teknologi pertahanan (Satelit)
11. Teknologi Informasi dan komunikasi
12. Pembangunan Manusia dan Daya Saing Bangsa
13. Maritim, teknologi Maritim
14. Nano Teknologi

Persyaratan Peserta:
01. Dosen/calon dosen dengan gelar Magister (PNS/Non-PNS), di lingkungan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS).
02. Calon dosen dari program "Fast track".
03. Magister lulusan dari dalam negeri maupun luar negeri yang direkomendasikan oleh PTN/PTS untuk menjadi dosen di lingkungannya.
04. Non-dosen yang merupakan staf dari Kementerian lainnya dengan sumber dana dari Kementerian yang berkepentingan.
05. Peserta calon Doktor:

-Memenuhi persyaratan akademik:

1. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) lulusan S2 > 3.20 untuk calon yang akan mengambil pola pembelajaran Graduate School, Research Program, Sandwich Program dan Double Degree Program.

2. IPK lulusan S1 min. 3.0 dan lulusan S2 min. 3.25 untuk calon yang akan mengambil pola pembelajaran Fast Track.

-Memenuhi persyaratan non-akademik:
A. Memiliki kemampuan berbahasa Inggris setara TOEFL 550/IELTS 6.5
B. Memiliki track record yang baik dalam jumlah publikasi ataupun hasil karya penelitian.

3. Memiliki sikap/etika kerja dan sikap/etika penelitian yang baik untuk menunjang selama masa pembelajaran ataupun penelitian.

Dokumen yang harus disiapkan peserta:
01. Mengisi Form-A dari DIKTI (form dapat diunduh setelah join milis)
02. Curriculum Vitae (CV)
03. Menyertakan Proposal rencana usulan Disertasi/proposal penelitian dalam Bahasa Inggris atau Bahasa Jerman
04. Letter of Acceptance (LoA) dari universitas di Jerman Surat rekomendasi sekurang-kurangnya dari Dekan Fakultas dari perguruan tinggi di Indonesia
05. Surat Keterangan pengajar tetap yang dikeluarkan oleh Rektor perguruan tinggi di Indonesia
06. Memiliki track record yang baik dalam jumlah publikasi ataupun hasil karya penelitian (jika ada)
07. Fotokopi sertifikat pelatihan/penghargaan (jika ada)
08. Fotokopi ijazah pendidikan (S1 dan S2) yang telah dilegalisir
09. Fotokopi transkrip nilai pendidikan (S1 dan S2) yang telah dilegalisir
10. Pasfoto (3x4)
11. Fotokopi sertifikat kursus bahasa Jerman (jika ada)
12. Fotokopi sertifikat TOEFL/IELTS yang masih berlaku (Prediction TOEFL tidak diterima)
13. Peserta wajib menjalani ikatan kerja untuk menjadi dosen/staff di perguruan tinggi di Indonesia
14. Kelengkapan berkas dikirimkan ke alamat dibawah ini dan softcopy-nya dikirimkan juga ke email sekretariat: sekretariat.igpsp@gmail.com

Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi alamat ini: kemdiknas.go.id

AMINEF Tawarkan Beasiswa S-2 ke Amerika Serikat


Aminef (American Indonesian Exchange Foundation) adalah lembaga non profit (nirlaba) yang tiap tahunnya konsen pada program pertukaran pendidikan antara Amerika-Indonesia. Mengusung beasiswa Fulbright, Aminef bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dikti Kemendikbud) kembali membuka kesempatan kepada warga negara Indonesia untuk bisa memperoleh beasiswa pada tahun 2012.

Berikut persyaratan penerima beasiswa:
- Pendidikan S-1 dengan IPK minimal 3.0 (skala 4.0)
- Memiliki kualitas kepemimpinan
- Memiliki pemahaman yang baik tentang Indonesia dan budaya internasional
- Kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan program Fulbright-Dikti ini
- Mengantongi skor TOEFL institusional 550 atau 6.0 untuk ILETS

Cara mendaftar
Calon penerima beasiswa harus melengkapi formulir aplikasi yang telah ditentukan panitia dan diserahkan secara langsung ke:
American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF)
CIMB Niaga Plaza Lantai 3
Jl. Jend. Sudirman Kav 25
Jakarta 12920

Untuk diketahui waktu pendaftaran peserta buka sampai 15 April 2012.

Informasi lebih lanjut silakan mengunjungi situs ini, web: aminef.or.id

Tawaran 70 Beasiswa dari City University London


City University, London menyediahkan 70 beasiswa bagi calon doktor yang ingin melanjutkan studi di yayasan yang telah berdiri lebih dari seabad itu.

Program beasiswa yang ditawarkan City merupakan pendanaan penuh bagi pendidikan Doktor selama tiga tahun.

Beasiswa yang ditawarkan terbuka untuk umum selain dari Inggris, calon peserta dari negara lainnya juga bisa mengikuti program ini.

Adapun perkuliahan akan dimulai pada Oktober 2012.

Persyaratan:
Calon penerima beasiswa akan dinilai berdasarkan keunggulan penelitian mereka atau mampu membuktikan kualitas proposal penelitian mereka. Jika ingin dipertimbangkan, ada baiknya Anda melakukan diskusi dengan sekolah atau studi yang relevan/dituju untuk mendapatkan dukungan.

Fasilitas:
- Biaya tahunan bagi peserta (sebesar £ 15.500 untuk tahun 2012/2013, dan diperkirakan akan meningkat seiring dengan inflasi yang terjadi pada tahun-tahun berikutnya),
- Tunjangan satu kali sebesar 1000 poundsterling yang dapat digunakan pada periode tiga tahun beasiswa untuk mendukung penelitian, seperti mengikuti pelatihan dan konferensi.

Berikut program doktor pada masing-masing studi:
- Cass Business School
- School of Arts: Cultural Policy & Management, Journalism, Music
- School of Health Sciences
- School of Engineering and Mathematical Sciences
- School of Informatics
- School of Social Sciences
- The City Law School

Batas waktu dalam pengajuan aplikasi beasiswa ini adalah 9 Maret 2012 sedangkan Informasi mengenai proses selanjutnya akan disampaikan pada April 2012.

Untuk mengetahui penjelasan lebih lengkapnya, silahkan kunjungi alamat web ini: city university

Beasiswa 'Business Leader' Universitas Sydney, Australia


Memasuki tahun 2012, Sekolah Bisnis Universitas Sydney, Australia kembali menawarkan beasiswa di bidang Business Leader bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan S2-nya di kampus tersebut.

Adapun beasiswa yang ditawarkan akan ditempatkan di beberapa program studi:
- Master of Commerce
- Master of Professional Accounting
- Master of Human Resource Management and Industrial Relations
- Master of International Business
- Master of Logistics Management
- Master of Marketing
- Master of Transport Management
- Master of Management
- Master of Management (CEMS)

Untuk diketahui calon mahasiswa bisa mengambil program 'Business Leader' secara regular ataupun paruh waktu.

Pengajuan formulir pendaftaran terbagi menjadi dua gelombang
  • Gelombang pertama: Rabu, 30 November 2011
  • Gelombang kedua: Rabu, 1 Februari 2012

Pelamar yang diterima pada tahapan pertama, secara otomatis tidak perlu mengikuti tahapan kedua.

Informasi lebih lanjut silahkan mengunjungi alamat ini, web: sydney.edu.au

Menguji Profesionalitas Guru Pendidikan dan Guru


Oleh: Inggar Saputra
Dua kata yang sulit dilepaskan. Menyatu dalam pikiran dan perbuatan. Bicara pendidikan sebagai unsur strategis yang mencerdaskan anak Indonesia. Dalam posisi itu, ada peran guru di dalamnya. Seorang sosok yang diberikan gelar pahlawan tanpa tanda jasa. Sebab diakui atau tidak seperti orang tua, jasa guru sulit dibalas oleh muridnya.

Sampai sekarang kita dapat melihat betapa jasa besar seorang guru. Guru mengajarkan anda membaca, menulis dan berhitung (calistung). Berbekal kesabaran dan kerja keras, pelan tapi pasti kita akhirnya mengenal angka dan huruf. Beranjak dewasa, guru mengenalkan pemanfaatan keduanya sehingga dapat berdaya maksimal dalam kehidupan kita di masa mendatang.

Sosok guru adalah teladan tidak kenal lelah dalam memberikan nilai positif seperti kedisiplinan, kejujuran dan semangat untuk bekerja keras. Sebuah nilai konstruktif dan positif sehingga kita bisa meraih cita-cita yang diinginkan. Sungguh, Allah SWT memberikan berjuta pahal atas kerja keras guru yang membantu terciptanya dokter, pebisnis, direktur dan berjuta profesi lain.

Guru adalah manusia yang tidak menuntut lebih dari muridnya. Baginya kesenangan tidak terbayarkan melihat anak didiknya sukses. Sebab guru menyadari fungsinya, sebagai pendidik dan pengajar. Mengajar bermakna memberikan (transfer) ilmu pengetahuan. Mendidik dimaknai sebagai sarana menanamkan nilai dan kecerdasan positif baik kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan spiritual (SQ) dan kecerdasan emosional (EQ).

 Hak dan Budaya Menulis
Tiap tahun Indonesia merayakan hari guru sebagai lambang kebanggaan korps Oemar bakrie. Tapi setiap tahun kita juga bertanya, apakah guru mendapatkan penghargaan layak dari pemerintah Indonesia? Apakah pekerjaan memanusiakan manusia dan mencerdaskan anak Indonesia sudah tertunaikan haknya?Kita perlu mengajukan pertanyaan kritis itu. Sebab fenomena yang terjadi selama ini, apresiasi terhadap kinerja guru sering terbatas penilaian aspek materi. Peningkatan kesejahteraan dianggap sebagai standar terbaik pelayanan guru. Tentu pandangan itu tidak sepenuhnya benar mengingat penguatan kapasitas keilmuan dan perlindungan hak guru masih terabaikan.

Meski sudah ada mekanisme sertifikasi misalnya, fakta mengatakan guru masih belum diberdayakan untuk membuat karya tulis. Pelatihan motivasi kepenulisan terhadap guru belum menjangkau semua kalangan. Tidak jarang, sertifikasi menjadi ajang transaksi oknum tidak bertanggung jawab. Sehingga pasca sertifikasi tidak ada keterampilan menulis yang diharapkan terkonstruksi dari sosok guru professional.

Selain pandangan akademis, perlindungan hak guru masih jauh dari harapan. Euforia peningkatan kesejahteraan masih bersifat seremonial. Banyak guru sampai sekarang masih mengalami keterlambatan pembayaran ksejahteraan. Mereka dipaksa menunggu penuh kesabaran sebelum menikmati hasil jerih payah mengajar di kelas. Kondisi ini kontras dengan beban tuntutan mengajar guru yang berat.  

Persoalan itu seharusnya menjadi prioritas pemerintah agar tidak mengganggu proses belajar mengajar. Jangan sampai guru Indonesia malas menulis sehingga keinginan menjadi guru profesional gagal tercapai. Kebutuhan menulis dan menghasilkan karya harus terus mendapatkan sokongan dan dorongan sebagai budaya akademis bagi guru Indonesia.

Pemerintah juga dituntut jangan mengobral janji. Keputusan menaikkan kesejahteraan guru harus ditunjang perbaikan mekanisme penyaluran “uang kesejahteraan”. Mentalitas birokrasi yang panjang sudah waktunya dihapus agar tidak menyulitkan hak yang sepantasnya diterima guru.

Membangun Guru Profesional
Guru merupakan pekerjaan yang mulia dalam menciptakan generasi cemerlang dan dapat menjadi panutan di tengah-tengah masyarakat. Oleh karenanya guru harus dapat menunjukkan sikap yang elegan dan profesional. Apalagi UU nomor 14/2005 tentang guru dan dosen mengamanatkan terdapat beberapa persyaratan seorang guru profesional, baik kualifikasi, ataupun kompetensi. Seorang guru profesional harus berkualifikasi pendidikan minimal sarjana (S1). Sedangkan dari segi kompetensi, guru profesional harus memiliki empat kompetensi, yaitu: (1) kompetensi paedagogik, (2) kompetensi sosial, (3) kompetensi pribadi, dan (4) kompetensi profesi. Setiap kompetensi itu juga sudah jelas indikatornya.

Ironisnya dunia pendidikan Indonesia masih menyisakan masalah kesenjangan antara harapan dan kenyataan di lapangan. Apa yang sudah dirumuskan dalam tujuan pendidikan nasional mengalami banyak penyimpangan. Keseimbangan hak dan kewajiban belum berbanding lurus. Seperti tercermin dalam persoalan budaya menulis guru yang minim dan keterlambatan pembayaran uang kesejahteraan guru.

Untuk itu, pekerjaan besar menunggu pemerintah untuk meningkatkan keseimbangan hak dan kewajiban guru. Jangan sampai profesionalitas yang diinginkan semakin menjauh dari harapan akibat kebijakan dan sistem yang ada berjalan tidak profesional. Seorang guru juga dituntut bertangggung jawab meningkatkan kapasitas keilmuan agar tercipta kesinergisan membangun pendidikan nasional sehingga mampu menjalankan amanat mencerdaskan kehidupan bangsa.

Inggar Saputra Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI)


RSBI Gagal, Revisi UU Sisdiknas


Oleh: Inggar Saputra*
Pendidikan sejatinya adalah usaha mencerdaskan dan meningkatkan kesejahteraan kehiduapan manusia. Itu mengapa sebagian besar negara meprioritaskan pendidikan sebagai elemen strategis dan prioritas dalam pembangunan nasional. Jepang misalnya, memiliki standar pendidikan nasional yang mengutamakan 80% keterampilan hidup (life skill) dan 20% kecerdasan intelektual.Wajar akhirnya banyak lulusan pendidikan mereka masuk ke sektor industri sesuai kapasitas Jepang sebagai negara industri besar di Asia.

Pendidikan formal di Indonesia terdiri atas 4 tingkatan, yaitu Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Perguruan Tinggi (PT). Pemerintah setidaknya telah menunjukkan betapa pedulinya terhadap kehidupan pendidikan di negeri ini.

Tapi amat disayangkan setiap kali pergantian kepemimpinan, kebijakan yang dihasilkan ikut berganti. Sampai sekarang pendidikan Indonesia belum pernah berhasil menetapkan standarisasi terbaik untuk kemajuan anak bangsa. Dapat dibayangkan bagaimana peserta didik pernah merasakan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Pendidikan Karakter. Pergantian kurikulum ini sangat merusak pendidikan sehingga Ketua Umum PGRI Sulistiyo menyindir “kurikulum Indonesia adalah kurikulum coba-coba”.

Tidak hanya persoalan kurikulum yang berbanding lurus dengan memburuknya mutu pendidikan. Strategi dan aturan (konsititusi) pendidikan Indonesia juga belum menemukan standarisasi yang tepat. Salah satu yang menjadi sorotan adalah kehadiran program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Sebuah megaproyek yang mencita-citakan siswa berfikir global dan sekolah yang mendunia. Harapan yang sifatnya mengawang-awan seperti kritik Darmaningtyas.

Repotnya Sekolah Bertarif Internasional
Program RSBI mulai dijalankan pemerintah sejak tahun 2005. Kebijakan ini adalah impelementasi pasal 50 ayat 3 UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pasal tersebut berbunyi “ pemeirntah dan/atau pemerintah daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan yang bertaraf internasional”.

Sebagai tindak lanjut UU itu, pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah No 17 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan dan Peraturan Menterii Pendidikan Nasional No. 78 tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Sekolah bertaraf Internasional. Aturan ini menjadi dasar hukum berdirinya RSBI.

Awalnya diharapkan RSBI berkembang sebagai sekolah unggulan di penetas internasional tapi tetap merakyat. Itu mengapa pemerintah memberikan bantuan pembinaan dan subsidi dengan skala berbeda. Bantuan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kualitas RSBI. Sebab perkembangan RSBI sangat cepat di seluruh Indonesia. Berdasarkan data yang ada sudah berkembang sebanyak 1305 RSBI dari berbagai level pendidikan.

Tapi Ironisnya banyak terjadi penyimpangan yang dilakukan RSBI. Pertama, banyak guru RSBI belum berijazah S-2 dan tidak lancar berbahasa Inggris. Hampir di seluruh Indonesia, pendidik RSBI lulusan S-2 hanya kepala sekolah. Kondisi ini membuat Kualifikasi guru RSBI dipertanyakan. Sebab Kemdikbud sudah menganggarkan dana peningkatan kualifikasi pendidikan. Ironisnya pemerintah berkelit di balik rendahnya penyerapan anggaran yang hanya mencapai 50% sepanjang tahun 2011.

Kedua, mahalnya biaya pendidikan RSBI sehingga menyulitkan siswa miskin untuk mendapatkan kesempatan pendidikan. Untuk masuk RSBI dibutuhkan uang 5 – 10 juta rupiah. Kondisi ini sangat menyesakkan dada siswa cerdas tapi miskin. Mereka gagal menikmati bangku RSBI karena tidak mampu membayar biaya masuk. Tidak heran banyak pihak mempertanyakan RSBI apakah diperuntukkan bagi warga yang mampu. Sedangkan warga menengah dan miskin terpaksa harus memilih sekolah lain. Padahal, banyak warga miskin yang pintar dan mampu bersaing di dunia international.

Kita layak mempertanyakan hidden agenda di balik penerapan sekolah negeri RSBI yang biayanya mahal dan tidak bisa dicicil. Sebab adanya RSBI sangat bertentangan dengan sila kelima Pancasila karena memutus akses warga negara khususnya warga miskin mendapatkan hak menikmati keadilan dalam bidang pendidikan. Jika dibiarkan, neagra dapat digugat karena melegalkan komersialisasi pendidikan dan menciptakan kastanisasi pendidikan antara kaya dan miskin.

Ketiga pengaburan makna bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu. Adanya kewajiban menerapkan bahasa pengantar menggunakan bahasa Inggris melemahkan jati diri bangsa. “Pemaksaan” bahasa Inggris mendorong tergerusnya bahasa Indonesia dan mendorong kerapuhan mentalitas anak Indonesia. Konsep RSBI cenderung menjiplak pola Barat yang bertumpu pada kapitalisme dan perusakan bahasa nasional. Seharusnya siswa RSBI mendapatkan hak mengenal kebudayaan nasional dan ditanamkan budaya ketimuran, bukan mengekor adat bangsa luar. Apalagi wajib dipahami intervensi kebudayaan dapat merusak sikap dan kepribadian nasional. Kondisi ini juga menunjukkan pemerintah tidak memiliki acuan kuat dalam menentukan kurikulum pendidikan nasional.

UU Pendidikan Nasional, Bukan UU Persekolahan
Melihat kegagalan pendidikan RSBI yang pro kepentingan asing. Sudah sepantasnya pemerintah menghentikan kebijakan RSBI dan mengembangkan kebijakan pendidikan pro rakyat. Apa pendidikan pro rakyat? Pendidikan pro rakyat adalah pendidikan yang berpihak kepada Pancasila, adat istiadat (kebudayaan) indonesia dan berkarakter spiritual. Ketika model pendidikan ini diterapkan, kita akan melihat banyak manusia Indonesia berjiwa nasionalis, spiritual sehat, berkarakter mulia dan memiliki kepedulian terhadap masa depan bangsa.

Pemerintah juga dituntut merevisi kembali UU SIstem Pendidikan Nasional agar tidak menjadi UU Persekolahan. Sebab banyak pasal UU Sisdiknas yang sibuk mengatur tata kelo sekolah, cenderung mengomersialisasi pendidikan dan rawan penyimpangan. Jika dibiarkan, tentu akan memperburuk masa depan dunia pendidikan Indonesia. Sehingga visi mulia “mencerdaskan kehidupan bangsa” gagal tercapai. Sekarang kita menunggu keberanian pemerintah merevisi UU Sisdiknas, menghapus RSBI dan tidak melegalkan komersialisasi pendidikan nasional. Sebab pendidikan adalah sarana mulia membangun manusia, bukan ladang bisnis yang mengutamakan laba.

*Inggar Saputra
Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia

Profil Peserta EURO 2012 : GRUP A - REPUBLIK CEKO


PERJALANAN MENUJU EURO 2012


GRUP I
GP
W
D
L
GD
PTS
1
 Spanyol (lolos)       
8
8
0
0
20
24
2
 Republik Ceko (lolos)
8
4
1
3
4
13
3
 Skotlandia
8
3
2
3
-1
11
4
 Lituania
8
1
2
5
-9
5
5
 Liechtenstein           
8
1
1
6
-14
4


HASIL-HASIL
TOP SKOR
Sep 7, 2010: Rep Ceko 0-1 Lituania
Okt 8, 2010: Rep Ceko 1-0 Skotlandia
Okt 12, 2010: Liechtenstein 0-2 Rep Ceko
Mar 25, 2011: Spanyol 2-1 Rep Ceko
Mar 29, 2011: Rep Ceko 2-0 Liechtenstein
Sep 3, 2011: Skotlandia 2-2 Rep Ceko
Okt 7, 2011: Rep Ceko 0-2 Spanyol
Okt 11, 2011: Lituania 1-4 Rep Ceko
Nov 11, 2011: Rep Ceko 2-0 Montenegro
Nov 15, 2011: Montenegro 0-1 Rep Ceko
4 - Michal Kadlec
2 - Jaroslav Plasil,
Jan Rezek
1 - Milan Baros,
Roman Hubnik,
Petr Jiracek,
Vaclav Kadlec,
Tomas Necid,
Vaclav Pilar,
Tomas Sivok

Setelah melakukan start buruk, skuad asuhan Michel Bilek bisa lolos ke putaran final Piala Eropa 2012 lewat jalur playoff. Kemenangan meyakinkan di leg pertama dan penampilan gemilang Petr cech di leg kedua melawan Montenegro yang pada akhirnya memastikan Republik Ceko lolos ke putaran final.

Akan tetapi, lolosnya Republik Ceko masuk ke zona playoff diwarnai kontroversi. Dalam laga melawan Skotlandia, Republik Ceko mendapat keuntungan lewat keputusan penalti yang diberikan untuk Jan Rezek setelah dilanggar Danny Wilson. Rezek pada akhirnya mengungkapkan jika dia sengaja menjatuhkan diri saat Wilson melakukan sentuhan minimalis padanya.

SEJARAH DI PIALA EROPA

1960
Lolos sebagai Cekoslowakia
1988
Lolos sebagai Cekoslowakia
1964
Lolos sebagai Cekoslowakia
1992
Lolos sebagai Cekoslowakia
1968
Lolos sebagai Cekoslowakia
1996
Runner-up
1972
Lolos sebagai Cekoslowakia
2000
Babak grup
1976
Lolos sebagai Cekoslowakia
2004
Semi-final
1980
Lolos sebagai Cekoslowakia
2008
Babak grup
1984
Lolos sebagai Cekoslowakia
2012
Lolos melalui play-off

Republik Ceko selalu ambil bagian di turnamen empat tahunan di Benua Biru itu. Bahkan sejak menjadi negara independen untuk kali pertama setelah berpisah dengan Slowakia, Republik Ceko nyaris menjadi juara di tahun 1996. Usai menundukkan Italia, Portugal dan Prancis, Republik Ceko melenggang ke final sebelum ditumbangkan Jerman di Wembley.

Republik Ceko bisa membalaskan dendam pada Piala Eropa 2004 dengan menglahkan Jerman dan menembus empat besar, namun akhirnya tersingkir. Di Piala Eropa 2008, Republik Ceko gagal menembus ke babak knockout.

MANAJER | MICHAL BILEK
 

Baru berusia 44 tahun, Bilek dapat tugas berat dengan membangkitkan harapan setelah Republik Ceko gagal menembus putaran final Piala Dunia 2010. Tak sedikit yang mempertanyakan kualitasnya karena pengalaman internasional Bilek hanya bersama tim nasional Republik Ceko U-19.

Tapi mantan pelatih Sparta Praha itu, yang ditunjuk menggantikan Ivan Hasek pada Oktober 2009, membantu timnya bisa bangkit untuk ambil bagian di turnamen Polandia dan Ukraina, membuktikan ia tak takut menghadapi tantangan dihadapannya.

KAPTEN | TOMAS ROSICKY
 

Gelandang berpengalaman Republik Ceko itu menjadi andalan sejak melakoni debut internasionalnya di tahun 2000. Rosicky sempat absen di Piala Eropa 2008 karena cedera dan melewatkan sebagian besar kualifikasi Piala Dunia 2010.

Rosicky juga tak mampu lagi menunjukkan kemampuan terbaiknya saat masih bersama Arsenal karena banyak dibebat cedera di musim 2008/09, meski masih menjadi pemain inti di tim nasional, dengan membuat enam assists dari 15 gol timnya di kualifikasi Piala Eropa 2012.

PEMAIN BINTANG | PETR CECH

Menjadi salah satu kiper terbaik Eropa saat ini. Saat tampil di Piala Eropa 2004, di babak semi-final, Petr Cech membuat sejumlah penyelamatan penting untuk menempatkan namanya dalam komposisi tim terbaik di turnamen tersebut.

Namun di episode Piala Eropa 2008, peruntungan Petr Cech berbalik. Gol dari Nihat memaksa Republik Ceko tersingkir di fase grup, dan Cech memiliki andil besar atas terciptanya gol tersebut. Kiper Chelsea itu sempat mempertimbangkan untuk pensiun setelah laga itu.

TALENTA BERBAKAT | TOMAS PEKHART
 

Republik Ceko selalu memunculkan bintang-bintang muda berbakat. Jika tidak Tomas Necid, ada juga Tomas Pekhart, pencetak rekor dalam mencetak gol di Piala Eropa U-21. Mantan pemain depan Tottenham Hotspur itu punya masa depan cerah di sepakbola Eropa.

Bersama Nurnberg, Pekhart tampil sensasional dan performanya itu berlanjut bersama tim nasional Republik Ceko U-21 di Piala Eropa 2011. Ia juga bermain bagus di dua laga playoff menghadapi Montenegro.


Sumber : goal.com