Senin, 27 Desember 2010

Kisah Seorang Penjual Ikan
















Seseorang mulai berjualan ikan
segar dipasar. Ia memasang papan pengumuman bertuliskan "Disini Jual Ikan
Segar"



Tidak lama kemudian datanglah seorang pengunjung yang menanyakan tentang
tulisannya. "Mengapa kau tuliskan kata :DISINI ? Bukankah semua orang sudah
tau kalau kau berjualan DISINI , bukan DISANA?"



"Benar juga!" pikir si penjual ikan, lalu dihapusnya kata
"DISINI" dan tinggallah tulisan "JUAL IKAN SEGAR".



Tidak lama kemudian datang pengunjung kedua yang juga menanyakan tulisannya.



"Mengapa kau pakai kata SEGAR ? bukankah semua orang sudah tau kalau yang
kau jual adalah ikan segar, bukan ikan busuk?"



"Benar juga" pikir si penjual ikan, lalu dihapusnya kata
"SEGAR" dan tinggallah tulisan "JUAL IKAN"



Sesaat kemudian datanglah pengunjung ke tiga yang juga menanyakan tulisannya :
"Mengapa kau tulis kata JUAL? Bukankah semua orang sudah tau kalau ikan
ini untuk dijual, bukan dipamerkan?"



Benar juga pikir si penjual ikan,, lalu dihapusnya kata JUAL dan
tinggalahtulisan "IKAN"



Selang beberapa waktu kemudian, datang pengunjung ke 4, yang juga menanyakan
tulisannya : "Mengapa kau tulis kata IKAN?, bukankah semua orang sudah tau
kalau ini Ikan bukan Daging?"



"Benar juga" pikir si penjual ikan, lalu diturunkannya papan
pengumuman itu.







Sahabat, Bila kita ingin memuaskan semua orang, maka yakinlah itu hal yang
mustahil.... atau bahkan kita malah justru merugikan diri sendiri



Sudah menjadi fitrah manusia untuk berbeda pendapat. Terbukti perumahan mungil2
yang dulunya sama semua, dalam hitungan tahun sudah menjadi beda semua...



Jadi utamakan suara hati anda... biarlah orang lain berpendapat..., tapi
saringlah, cerna kembali pendapat mereka... apakah sesuai dengan kata hati
anda?... jika tidak, maka tegaslah tuk mengatakan... "Tidak!... maaf"
:)





Tidak ada komentar:

Posting Komentar