Rabu, 14 Desember 2011

Ciri-Ciri Negara Berkembang


Negara-negara berkembang umumnya berada di kawasan Asia Selatan, Asia Tengah, Asia Tenggara, Afrika, dan Amerika Selatan. Negara-negara yang termasuk kelompok negara berkembang contohnya antara lain Indonesia, Kazakhstan, India, Kamerun, dan Brasil. Umumnya, negara berkembang memiliki ciri sebagai berikut.

1. Bekas Jajahan Negara Lain, Terutama Negara-Negara Eropa
Karena penjajahan yang terjadi selama ratusan tahun, tingkat pendidikan masyarakat di negara berkembang umumnya rendah. Akibatnya, penduduk negara berkembang kurang mampu mengembangkan dirinya untuk mengejar ketertinggalan dalam bidang pembangunan. Penjajahan selama ratusan tahun juga telah menyebabkan hilangnya sejumlah kekayaan alam yang dapat dijadikan sumber modal untuk pembangunan.
Masih banyak dampak kerusakan lain yang diakibatkan oleh penjajahan. Akibat yang paling utama ialah menjadi rendahnya kepercayaan diri bangsa-bangsa yang dijajah untuk dapat berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain yang lebih maju. Hal ini menyebabkan bangsa-bangsa yang pernah terjajah umumnya sulit mengembangkan tingkat pendidikan dan pengetahuan masyarakatnya.

2. Produksi Barang Sangat Bertumpu pada Hasil Pertanian
Karena tingkat pendidikannya rendah, kemampuan masyarakat dalam melakukan produksi hanya terbatas pada bercocok tanam yang dipelajari secara turun temurun. Hal ini juga merupakan akibat tidak langsung dari penjajahan selama ratusan tahun.
Secara umum hasil pertaniannya memiliki nilai komoditas yang rendah karena cepat membusuk dan rusak. Hal ini berbeda dengan hasil industri yang tahan lama dan bernilai tinggi.
Pertanian yang dilakukan secara tradisional umumnya tidak memberikan hasil yang banyak dan melimpah. Keadaan ini makin memperburuk kualitas hasil pertanian negara-negara berkembang sehingga hasil-hasil pertaniannya kurang mampu bersaing dengan hasil-hasil pertanian negara lainnya di pasar internasional. Alternatif untuk mengalihkan tumpuan pada sektor selain sektor pertanian sangat terbatas karena rendahnya pengetahuan masyarakat di luar sektor pertanian.

3. Memiliki Masalah Tekanan Penduduk
Tekanan penduduk berkisar pada tingkat pengangguran tinggi, pertumbuhan penduduk tinggi, produktivitas rendah, kualitas kehidupan rendah, dan kemiskinan.
Masalah-masalah tersebut berkaitan langsung dengan kemampuan ekonomi masyarakat. Sehingga masalah-masalah semacam itu tidak akan dapat diberantas oleh pemerintah sepanjang masalah perekonomian belum juga dapat diatasi. Di sisi lain, masalah perekonomian juga sangat tergantung kepada kualitas kehidupan manusia, sehingga keduanya saling memengaruhi satu sama lain. Akibatnya, hal itu menjadi masalah yang terus berputar dan tak kunjung usai bila tidak diiringi oleh keinginan keras seluruh penduduknya untuk maju.

4. Sumber Daya Alam Belum Banyak Dimanfaatkan secara Maksimal
Penguasaan teknologi dan pendidikan yang rendah menyebabkan negara berkembang memiliki kemampuan terbatas untuk memanfaatkan sumber daya alam yang ada.
Pengetahuan masyarakat akan potensi yang dimiliki oleh wilayahnya sangat rendah, sehingga tidak mampu memanfaatkan potensi yang dimilikinya. Padahal, pemanfaatan sumber daya alam merupakan faktor pendorong kemajuan suatu bangsa.
Sumber daya manusia yang rendah tidak akan mampu mengolah dan memanfaatkan sumber daya alam yang paling tinggi sekalipun. Karena itu, kemajuan sebuah negara sangat tergantung pada kemampuan masyarakatnya dalam memaksimalkan pemanfaatan sumber daya alam yang dimilikinya. Oleh karena itu ada beberapa negara yang memiliki potensi sumber daya alam yang sangat banyak namun tergolong ke dalam negara berkembang.

5. Kekurangan Modal untuk Melaksanakan Pembangunan
Modal yang dimiliki negara berkembang cenderung tersedot untuk mengatasi masalah-masalah sosial seperti telah dijelaskan sebelumnya. Akibatnya, modal cepat habis dan tidak ada lagi modal untuk melanjutkan proses pembangunan.
Adapun pengadaan modal melalui ekspor dan pemasukan lainnya tidak dapat berjalan secara optimal karena ketidakmampuan menambah pemasukan ke kas negara secara signifikan.

6. Cenderung Menggantungkan Kehidupan pada Impor Hasil Industri dan Ekspor Hasil Pertanian
Kemampuan produksi yang rendah dan hanya mengandalkan sektor pertanian menyebabkan adanya ketidakseimbangan dalam ekspor dan impor. Modal pun banyak tersedot untuk membeli hasil industri. Sementara, pemasukan hanya mengandalkan ekspor hasil pertanian yang nilainya tidak terlalu tinggi.
Ketidakseimbangan antara ekspor dan impor menyebabkan tidak seimbangnya pemasukan dan pengeluaran. Sehingga, terjadi pengeluaran yang berlebihan tanpa diimbangi pemasukan yang menyebabkan kas negara terus mengalami defisit atau kerugian. Akibatnya, perekonomian negara menjadi tidak stabil yang makin memperparah keadaan.
Kurang lebih 80% penduduk dunia saat ini tinggal di negara berkembang. Negara yang termasuk kategori berkembang melebihi tiga perempat jumlah negara di seluruh dunia. Negara berkembang umumnya memiliki tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi. Rata-rata angka pertumbuhan penduduk di negara berkembang mencapai angka 1,6%. Sementara, rata-rata angka pertumbuhan penduduk negara maju hanya 0,1%.
Selain itu, negara berkembang umumnya memiliki tingkat kematian dan kelahiran bayi yang tinggi, serta tingkat harapan hidup yang lebih rendah. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kesehatan dan nilai gizi yang dikonsumsi penduduk di negara berkembang masih sangat rendah.
Penduduk negara berkembang umumnya tinggal di pedesaan. Sebagian besar penduduknya bekerja di sektor pertanian. Tingkat pendapatan per kapitanya rata-rata sangat rendah. Pendapatan per kapita rata-rata negara berkembang yang tersebar di berbagai kawasan berada di bawah kisaran 5.000 dollar Amerika. Bahkan masih banyak negara berkembang yang pendapatan per kapitanya berada pada kisaran angka ratusan dollar Amerika saja.
Berdasarkan uraian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa negara-negara berkembang ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut.
a. Produksi barang-barang primer seperti pertanian masih dominan.
b. Jumlah dan pertumbuhan penduduknya tinggi.
c. Jumlah lapangan kerja dengan tenaga kerja yang ada tidak seimbang.
d. Tingkat produktivitasnya masih rendah.
e. Tingkat kesejahteraan penduduknya rendah.
f. Angka beban tanggungannya masih tinggi.
g. Kualitas atau tingkat keahlian dan keterampilan tenaga kerjanya masih rendah.
h. Pendapatan nasional dan pendapatan per kapita penduduknya masih rendah.
i. Ketergantungan terhadap negara lain tinggi dan mudah terpengaruh.
j. Daya beli masyarakatnya masih rendah.
k. Tingkat kemiskinan penduduknya masih tinggi.
l. Tingkat pengangguran yang tinggi berdampak pada tingginya angka kriminalitas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar