Rabu, 11 Januari 2012

CARA KERJA MEMORI



Terkadang dalam sebuah pergaulan kita menemui orang baru dan orang lama secara bersamaan. Orang-orang tersebut mengisi hidup kita dengan berbagai karakteristik yang dimilikinya dan juga berbagai rupa wajahnya. Sering kali kita bertemu teman di jalan, dia menyapa dan mengajak berbincang. Dia mengenal kita cukup baik, bertanya tentang keluarga dan aktivitas, namun dalam perbincangan tersebut kita berpikir keras, ini siapa ya, teman yang mana ya. Saya sering mengalami ingat wajah lupa nama. Pernahkah Anda mengalaminya?
Ternyata setelah mencari tahu mengenai hal tersebut, ini berhubungan dengan memori atau ingatan. Memori merupakan sebuah pengulangan informasi yang dimiliki mengenai suatu hal. Para psikolog mempelajari berbagai macam kerumitan tentang memori, bagaimana sebuah memori diberi tanda tertentu (encoding) kemudian disimpan dalam otak (storage) setelah pengkodean tersebut, dan suatu hari jika membutuhkan informasi itu kita akan mengambilnya (retrieval) dalam bagian memori.
Kembali ke cerita mengenai teman, pada awal pertemuan dulu kita telah memberi kode tertentu mengenai ‘teman’ dan telah menyimpannya dalam salah satu bagian memori dan ketika bertemu lagi kita berusaha mengambil informasi tentang teman tersebut. Tetapi hingga pembicaraan usai tidak menemukan ‘folder’ mengenai teman itu di memori. Dan kita menjadi berpikir apa ada yang salah dengan memori saya, mengapa saya tidak kunjung ingat mengenai dia?
Ketika belajar mengenai psikologi pendidikan, seorang dosen menerangkan mengenai berbagai macam memori yang dimiliki ada memori sensoris, memori jangka pendek, dan memori jangka panjang. Setiap saat kita berhubungan dengan memori sensoris, karena memori ini yang bertugas menyaring informasi masuk dan keluar. Banyak informasi yang hanya numpang lewat di memori sensoris. Kemampuan memori sensoris hanya hitungan detik. Jika dirasa tidak penting oleh kita, maka ia akan hilang begitu saja. Namun, jika kita pikir itu akan berguna suatu saat nanti maka tugas memori selanjutnya yaitu memori jangka pendek atau memori jangka panjang.
Kita akan mengingat suatu hal dengan baik melalui proses pengulangan atau yang disebut retensi. Pengulangan berfungsi agar informasi yang diinginkan tetap tinggal pada memori jangka pendek atau memori jangka panjang. Menurut Atkinson dan Shiffrin, semakin lama memori dipertahankan dan diulang dalam memori jangka pendek, maka semakin besar kemungkinan untuk masuk ke memori jangka panjang.
Otak telah otomatis diciptakan oleh Tuhan seperti komputer, kita memasukkan informasi dan menyimpannya pada sebuah file, lalu file tersebut disimpan dalam sebuah folder, kemudian folder tersebut dipisahkan berdasarkan kategori-kategori tertentu yang kita inginkan. Jika tidak membutuhkan file atau folder tersebut maka kita akan menghapusnya secara otomatis.
Source: Psikologi Pendidikan, John W. Santrock

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar