Selasa, 20 September 2011

Cara Mengatasi Anak yang Stress

Seorang anak adalah pribadi yang masih sangat labil. Perasaaan dan kondisi kejiwaan mereka masih sangat mudah berubah. Oleh karena itu, sebagai orang yang paling dekat dengan sang buah hati, kita sebagai orang tua harus peka terhadap keadaannya, secara fisik maupun mental. Jangan sampai kita tidak mengenal keadaan buah hati kita sendiri karena kesibukan kita. Stress, adalah suatu keadaan yang dialami oleh setiap orang, termasuk buah hati kita. Lalu bagaimana sikap kita, sebagai orang tua, untuk mencegah terjadinya strss dan minimal mengurangi tingkat stress yang dialami buah hati kita?
1. Liburan
Liburan adalah hal sangat penting bagi buah hati kita. Setelah selama hampir seminggu buah hati kita disibukkan dengan aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan sekolah, maka sebaiknya di akhir pekan, anda bersedia meluangkan waktu buat buah hati kita. Hal ini sangat penting dilakukan untuk memberikan kesempatan untuk sekedar melepas lelah atau refreshing. Hal ini juga bermanfaat untuk mengurangi ketegangan-ketegangan yang dirasakan oleh buah hati kita saat menimba ilmu di sekolah maupun saat melakukan aktivitas-aktivitas di luar sekolah (misalnya bimbingan belajar dan les). Jadi di akhir pekan, alangkah lebih baik bila tidak diisi dengan bimbingan belajar dan les-les yang akan semakin membuat buah hati anda tidak merasakan adanya jeda waktu yang bisa membuat mereka merasa lepas dari segala kesibukan-kesibukan yang berhubungan dengan akademis.

2. Pujian
Sebagai orang tua, janganlah terlalu mahal untuk memuji buah hati kita. Pujian-pujian kecil yang kita ucapkan sangat besar nilainya bagi buah hati kita. Pujian adalah sumber motivasi bagi buah hati kita dalam melakukan kebaikan-kebaikan di dalam hidup mereka, terutama pujian yang datang dari orang tua. Jadi di setiap sang anak melakukan hal-hal yang baik, jangan segan untuk memuji buah hati kita, agar mereka termotivasi untuk kembali melakukan hal-hal yang baik tersebut.

3. Penghargaan
Arti pengharagaan ini hampir sama dengan pujian. Penghargaa bisa kita berikan kepada buah hati kita, saat buah hati kita melakukan hal-hal yang baik. Misalnya, pada saat buah hati kita mendapatkan prestasi yang baik di sekolah. Anda bisa memberikan mereka mainan baru atau mentraktir buah hati anda ke rumah makan favorit mereka. Hal ini sangat berarti buat buah hati kita, karena dengan penghargaan itu, buah hati anda akan semakin terpacu untuk melakukan hal-hal yang baik, misalnya lebih rajin belajar. Dengan penghargaan ini, maka kita tidak perlu memberikan hukuman kepada buah hati kita saat mereka melakukan kesalahan, karena wujud hukuman tersebut bisa dengan cara tidak memberikan penghargaan kepada buah hati kita. Misalnya, pada saat buah hati kita gagal mendapatkan nilai yang baik di sebuah ujian sekolah, kita memberikan hukuman kepada buah hati kita dengan tidak memberikan mainan baru.

4. Tidak membiarkan buah hati terbebani oleh masalah kita
Setiap orang pasti tidak pernah lepas dari masalah, tidak terkecuali diri kita sendiri. Agar buah hati kita bisa menjalani kehidupan mereka dengan semestinya, alangkah lebih baik bagi kita untuk tidak membiarkan buah hati kita terbebani oleh masalah kita. Dan saat buah hati kita mengalami masalah, tetaplah selalu berada di sampingnya, dan membantu buah hati kita untuk menyelesaikan masalah yang dia hadapi.

5. Menjadi Sahabat
Tidak semua orang bisa dekat dengan atasan-atasan di tempat kerja mereka. Kebanyakan dari bawahan merasa segan dekat dengan atasan-atasan mereka, karena di tempat kerja kita memang berlaku sistem dimana bawahan harus menghormati atasannya dan mematuhi perintah atasannya. Namun di dalam kehidupan keluarga, sebaiknya sistem seperti ini harus dihilangkan. Sebagai orang tua, alangkah lebih baik bila kita menjadikan buah hati kita sebagai sahabat kita. Janganlah membuat semacam jarak yang bisa membuat buah hati kita merasa segan kepada kita. Keseganan ini bisa membuat buah hati kita tidak bisa terbuka dengan permasalah yang dia alami. Tidak terlalu menjadi persoalan bila masalah yang dialami buah hati kita berasal dari luar rumah, namun bila masalah itu berasal dari diri kita, tentu akan menjadi sangat rumit dan sukar untuk diselesaikan bila buah hati kita sudah merasa segan kepada kita untuk bisa terbuka.

6. Kebersamaan
Kebersamaan di dalam sebuah keluarga juga sangat penting. Hal ini bisa mendatangkan dan menumbuhkan kedekatan secara emosional antara satu anggota keluarga dengan anggota keluarga yang lain. Janganlah segan untuk melakukan sesuatu secara bersama, misalnya membersihkan rumah, makan, jalan-jalan pagi, dan lain-lain. Kebersamaan ini bisa membuat seorang anak tidak pernah merasa sendiri, karena mereka merasa memiliki sebuah keluarga yang bisa diajak untuk saling berbagi dan becanda satu sama lain.

7. Membantu Buah Hati kita
Bila buah hati kita mengalami kesulitan dalam melakukan sesuatu, janganlah segan untuk membantunya. Misalnya, saat buat hati kita kesulitan dalam mengerjakan soal pekerjaan rumah, sebagai orang tua, jadilah orang pertama yang membantu buah hati kita dalam menyelesaikan permasalahannya.

8. Ungkapan kasih Sayang
Ungkapan kasih sayang bisa banyak sekali macamnya. Bisa berupa ucapan ataupun tindakan. Dalam bentuk ucapan, kita bisa memberikan ucapan “I love you” atau “Good night” kepada buah hati kita sebelum mereka tidur. Kita juga bisa memberikan mereka kecupan kasih sayang. Atau dengan cara merayakan hari ulang tahun mereka, dan akan lebih baik lagi dengan mengadakan acara “Surprise” di hari ulang tahun mereka. Tentu hal ini akan sangat membuat buah hati anda merasa diri mereka begitu berharga. (Kak Zepe)
Sumber: lagu2anak.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar