Minggu, 25 September 2011

Menjadi Pemimpin Yang Dicintai

Saudaraku yang budiman, karena sifat takabur begitu buruk sehingga Allah SWT menggolongkan ahli takabur "Laa yadkhulil djannah man kaana fi qolbihi mitsqola dzarrotin min … ". "Tidak akan masuk surga orang yang didalam hatinya terdapat takabur walau sebesar biji dzarroh". Jika ingin selamat dan mulia maka kita harus tahu apa yang membuat kita mulia dan selamat. Berkaitan dengan keinginan kita memiliki seorang pemimpin yang dapat memimpin bangsa ini menjadi lebih baik, maka kita perlu pemimpin yang memiliki Kriteria Pemimpin 5 T ABC yaitu :

T Pertama adalah Tauladan
Keteladanan merupakan salah satu pilar utama yang tercermin pada sikap yang tidak menyuruh orang sebelum mengerjakan hal itu sendiri serta tidak melarang orang lain sebelum melarang dirinya sendiri. Seorang pemimpin dipastikan akan jatuh ketika tidak ada kesamaan antara perkataan dan perbuatan

T Kedua adalah Tawadhu
Tawadhu merupakan sifat yang berlawanan dengan sifat takabur.

T Ketiga adalah Telaten
Seorang pemimpin pada dasarnya adalah Qodimuhum : Pelayan. Ketelatenan merupakan ciri orang yang dapat memimpin dengan baik.

T Keempat adalah Tanggungjawab
Kehormatan seorang pemimpin adalah keberaniannya untuk berada di barisan depan dalam memikul tanggung jawab.

T Kelima adalah Teguh pendirian, Konsisten Atau Istikomah
Pemimpin yang senang berubah pendirian tidak akan dapat memimpin dengan baik.

Sedangkan ABC adalah :

A dari kata Adil

Dia tidak akan pernah berpihak baik kepada keluarga, kelompok atau partai melainkan hanya berpihak kepada kebenaran.

B dari kata Bijak

Orang yang bijak adalah orang yang dapat mengambil sikap yang paling utama diantara yang terbaik. Kata kata yang bijak adalah kata kata yang utama diantara kata kata yang baik. Oleh karena itu, orang tidak akan menjadi bijak kecuali yang terbiasa dengan bersikap, berkata, atau berpikiran terbaik. Disamping itu seorang pemimpin yang baik akan selalu berusaha melakukan yang terbaik maka dia akan dapat menjadi orang yang bijak.Sebaliknya orang yang terbiasa dengan pikiran, perilaku dan perkataan yang kotor maka dia tidak akan dapat bersikap bijak.

C dari kata Cinta

Pemimpin sejati dapat memotivasi atau membuat orang terggerak dari dalam dirinya disamping dicintai oleh pengikutnya. Cinta pengikut yang berimbang antara perasaan dan akal. Kalau pemimpin dicintai berdasarkan emosi maka ketika akalnya melihat maka akan turun kecintaan kepercayaannya terhadap pemimpin tersebut. Hal ini akan membuat orang mendoakan orang yang dicintainya tersebut, karena telah berhasil memotivasi untuk bergerak dan berprestasi. Pemimpin yang dibutuhkan di Indonesia adalah pemimpin yang dicintai. Cinta tidak dapat dipaksa. Cinta tidak akan diperoleh dengan menggunakan bom atau tentara.

Cinta masyarakat hanya ada kalau pemimpin bersikap adil dan bijak terhadap permasalahan yang ada. Jika perlakuan yang diberikan semena-mena maka sebanyak apapun senjata tidak akan membuat aman diri kita karena senjata, karena kekerasan tidak bisa menimbulkan cinta malah sebaliknya akan menimbulkan benci.

Ciri lain dari Pemimpin yang baik adalah dia harus dapat mengendalikan dirinya, pikiran, kata kata maupun sikap. Karena tidak mungkin mengendalikan orang lain tanpa dapat mengendalikan dirinya sendiri. Salah satu ciri orang yang dapat mengendalikan dirinya adalah tawadhu atau rendah hati yang merupakan lawan kata dari takabur atau sombong.

Jangan melihat orang lain lebih rendah dari kita. Belajarlah menyuruh dengan kata terbaik, ketika orang tidak mau mengatakan maaf atau terima kasih itulah tanda tanda adanya kesombongan orang tersebut. Marilah kita berlatih untuk menghormati orang lain, menyikapi orang lain dengan sikap terbaik sehingga orang tidak merasa direndahkan oleh kita. Itulah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Wallahu a’lam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar