Kamis, 28 Juli 2011

Perjalanan Panjang Mesin Faksimili

Insan Edukasi, hampir semua temuan teknologi merupakan perbaikan dari temuan-temuan sebelumnya. Perjalanan panjang dilalui, berbagai percobaan dilakukan, kesuksesan diraih, dan tak jarang kegagalan pun dicicipi. Seperti itu pulalah yang dialami oleh mesin faksimili.
Penggunaan mesin fax untuk mengirimkan gambar melalui line telepon tidak serta-merta menjadi hal yang umum dalam dunia bisnis orang Amerika sampai akhir '80-an, namun teknologi tersebut  ternyata mengulang kembali apa yang telah dilakukan pada abad ke 19. Tahun 1843 di Inggris, Alexander Bain (1818-1903) menciptakan sebuah perangkat, terdiri atas dua pena yang terhubung pada dua pendulum/ayunan, yang secara bergantian, bergantung pada seuntai kawat sehingga memungkinkannya untuk memperbanyak tulisan pada permukaan konduktif elektris. Tahun 1862, seorang ahli fisika Italia, Giovanni Caselli membangun sebuah mesin yang ia sebut "pantelegraph" (menyiratkan hibrida antara pantograph dan telegraph), yang didasarkan pada penemuan Bain, tapi juga mencakup penyelarasan perangkat. Pantelegrafnya digunakan di agen Pos dan Telegraf Perancis antara Paris dan Marseilles dari tahun 1856 sampai 1870.

Elisha Gray (1835-1901), penemu berkebangsaan Amerika, lahir di Barnesville, Ohio menemukan dan mematenkan banyak peralatan elektrik, termasuk sistem pengiriman faksimili. Dia juga mengelola sebuah perusahaan yang nantinya menjadi The Western Electric Company.

Tahun 1902, Arthur Korn (1870-1945) di Jerman menemukan telefotografi, sebuah sarana untuk mengurai secara manual dan mengirimkan gambar-gambar tidak bergerak melalui alat yang menggunakan kabel-kabel elektris. Tahun 1907, Korn mengirimkan fax antarkota-nya yang pertama saat ia mengirimkan sebuah foto dari Munich ke Berlin.

Tahun 1925, Edouard Belin (1876-1963) di Perancis menyusun Belinograf. Penemuannya ini melibatkan penempatan sebuah gambar pada sebuah silinder dan memindainya dengan sorotan cahaya yang sangat kuat yang memiliki sel fotoelektrik sehingga dapat mengkonversikan cahaya, atau ketiadaan cahaya menjadi impuls-impuls elektrik yang dapat dikirimkan. Proses Belinograf ini menggunakan prinsip dasar dimana semua mesin transmisi faksimili berikutnya akan ditempatkan. Tahun 1934, The Associated Press memperkenalkan sistem pertama untuk mengirimkan "foto kawat" secara rutin, dan 30 tahun kemudian, yaitu tahun 1964, The Xerox Corporation memperkenalkan Long Distance Xerography (LDX).

Selama bertahun-tahun, mesin faksimili tetap sulit dikelola, mahal, dan susah pengoperasiannya. Tapi di tahun 1966 Xerox memperkenalkan Magnafax Telecopier, mesin faksimili ukuran kecil dengan berat 23 kg, sehingga lebih mudah digunakan dan dapat dihubungkan dengan line telepon. Dengan menggunakan mesin ini, dokumen seukuran Letter dapat dikirimkan dalam waktu 6 menit. Prosesnya memang lambat, tapi ini mewakili langkah teknologi yang besar. Akhir tahun '70-an, perusahaan-perusahaan Jepang memasuki pasar, dan dalam waktu singkat, generasi mesin fax baru yang lebih cepat, kecil, dan efisien telah tersedia. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar