Selasa, 31 Mei 2011

PENGENDALIAN HAMA WERENG COKLAT PADA TANAMAN PADI

Wereng Coklat masih dianggap hama utama pada tanaman padi. Kerusakan akibat serangan hama ini cukup luas dan hampir terjadi pada setiap musim tanam. Secara langsung wereng coklat akan menghisap cairan sel tanaman padi sehingga tanaman menjadi kering dan akhirnya mati.  Berikut cara pengendalian hama wereng coklat :
 1.      Tanam padi Serempak
Pola tanam serempak dalam areal yang luas dan tidak dibatasi oleh admisistrasi dapat mengantisipasi penyebaran serangan wereng coklat karena jika serempak, hama dapat berpindah-pindah ke lahan padi yang belum panen. Wereng coklat terbang bermigrasi tidak dapat dihalangi oleh sungai atay lautan.
 2.      Perangkap Lampu
Perangkap lampu merupakan perangkap yang paling umum untuk pemantauan migrasi dan pendugaan populasi serangga yang tertarik pada cahaya, khususnya wereng coklat.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan perangkap lampu antara lain, kekontrasan lampu yang digunakan pada perangkap lampu yang terdapat di sekitarnya. Semakin kontras cahaya lampu yang digunakan maka akan luas jangkauan tangkapannya. Kemampuan serangga untuk menghindari lampu perangkap yang dipasang.
Perangkap lampu dipasang pada pematang (tempat) yang bebas dari naungan dengan ketinggian sekitar 1,5 meter diatas permukaan tanah. Lampu yang digunakan adalah lampu pijar 40 watt dengan voltase 220 volt. Lampu dinyalakan pada jam 18.00 sampai dengan 06.00 pagi. Agar serangga yang tertangkap tidak terbang lagi, maka pada penampungan serangga yang berisi air ditambahkan sedikit deterjen.
Keputusan yang diambil setelah ada wereng pada perangkap lampu, yaitu wereng-wereng yang tertangkap dikubur, atau keringkan pertanaman padi sampai retak, dan segera setelah dikeringkan kendalikan wereng pada tanaman padi dengan insektisida yang direkomendasikan.
 3.      Tuntaskan pengendalian pada generasi 1
Menurut Baihaki (2011), perkembangan wereng coklat pada pertanaman padi dapat terbagi menjadi 4 (empat) generasi yaitu :
-          generasi 0 (G0) = umur padi 0-20 HST (hari Sesudah Tanam)
-          Generasi 1 (G1) = Umur padi 20-30 HST, wereng coklat akan menjadi imago wereng coklat generasi ke-1
-          Generasi 2 (G2) = Umur padi 30-60 HST, wereng coklat akan menjadi imago wereng coklat generasi ke-2
-          Generasi 3 (G3) = umur padi diatas 60 HST.
 Pengendalian wereng yang baik yaitu :
  1. Pada saat generasi nol (G0) dan generasi 1 (G1).
  2. Gunakan insektisida berbahan aktif buprofezin, BPMC, fipronil dan imidakloprid.
  3. Pengendalian wereng harus selesai pada generasi ke-1 (G1) atau paling lampat pada generasi ke -2 (G2).
  4. Pengendalian saat generasi ke-3 (G3) atau puso tidak akan berhasil
4.      Penggunaan Insektisida
  1.  Keringkan pertanaman padi sebelum aplikasi insektisida baik yang disemprot atau butiran
  2.  Aplikasi insektisida dilakukan saat air embun tidak ada, yaitu antara pukul 08.00 pagi sampai pukul 11.00, dilanjutkan sore hari. Insektisida harus sampai pada batang pagi.
  3. Tepat dosis dan jenis yaitu berbahan aktif buprofezin, BPMC, fipronil dan imidakloprid.
  4. Tepat air pelarut 400-500 liter air per hektar.

Beberapa insektisida yang direkomendasikan untuk menghasilkan hama wereng coklat.
No
Nama bahan AktifNama ProdukDosis PemakaianKonsentrasi Pemakaian
1BuprofezinBUPROSIDA 100EC0,25-0,5  L/ha0,5 – ml/L
2BPMCSIDABAS 500 EC NAGA 500 EC
BONA 500 EC
1-2 L/ha 1-2 L/ha
1-2 L/ha
2 – 4 ml/L 2 – 4 ml/L
2 – 4 ml/L
3FipronilFIPROS 55 SC0,5 – 1 L/ha1 – 2 ml/L
4ImidaklpridTOP DOR 10 WP0,125 – 0,25 kg/ha0,25 – 0,5 g/l

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar