Minggu, 12 Juni 2011

Makanan Penghasil Energi Alternatif

Pemakaian yang tidak terkontrol membuat energi yang kita gunakan setiap hari semakin menipis. Hal tersebut bisa mengakibatkan kelangkaan energi, bahkan habis sama sekali. Kesadaran manusia terhadap kelestarian lingkungan membuat manusia terus mengembangkan cara untuk mendapatkan energi yang dihasilkan dari bahan-bahan yang belum dimanfaatkan secara luas atau energi alternatif.
Saat ini, penelitian mengenai energi alternatif difokuskan pada energi yang menggunakan bahan-bahan alami dan bersumber dari alam. Bahkan, makanan-makanan yang biasa kita konsumsi sehari-hari dapat diolah menjadi energi alternatif. Apa sajakah itu? Yuk, kita cari tahu!
Kulit Pisang
Tahukah sahabat Bravo!, kalau kulit pisang bisa dijadikan baterai kering? Ya, hasil penelitian menunjukkan rata-rata tegangan yang dihasilkan oleh baterai kering dengan elektrolit kulit pisang adalah 1,24 volt. Bila dijadikan tenaga jam dinding, ketahanannya dapat berlangsung selama kurang lebih lima hari.
Kulit pisang mengandung beberapa mineral yang dapat berfungsi sebagai elektrolit. Kulit pisang yang bisa digunakan adalah kulit pisang ambon, kulit pisang susu, dan kulit pisang raja. Di antara ketiga jenis ini, kulit pisang susu memiliki ketahanan yang tertinggi.
Singkong
Makanan yang mengandung cairan elektrolit yang dapat menghasilkan listrik lainnya adalah singkong. Energi alternatif dari singkong ini ditemukan oleh seorang siswa dari salah satu Sekolah Dasar (SD) di Bandar Lampung, loh! Temuannya ini berhasil mengantarkannya menjadi yang terbaik di ajang “Kompetensi dan Kreativitas Siswa SD Dan Madrasah Ibtidaiah (MI) se-provinsi Lampung”, 2007 lalu.
Cara yang dilakukannya ternyata cukup mudah. Satu batang singkong dipotong menjadi empat bagian. Ia lalu menancapkan pelat dan tembaga seng yang disambung dengan kabel kecil ke kalkulator serta jam digital. Kedua benda tersebut menyala dan menunjukkan hasil yang akurat! Penemuan itu disebut baterai singkong.
Apel
Buah apel juga mengandung elektrolit yang mampu menggantikan batu baterai. Dua pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Bojonegoro pernah menggunakan apel sebagai energi pengganti baterai pada kalkulator. Cara yang ditempuh sama seperti percobaan yang dilakukan pada singkong.
Cokelat
Cokelat mungkin menjadi salah satu makanan favoritmu. Makanan yang mungkin banyak digemari ini ternyata dapat menghasilkan energi alternatif yang bisa digunakan sebagai pengganti bahan bakar kendaraan bermotor. Bahan bakar cokelat yang terbuat dari limbah pabrik cokelat, minyak sayur, dan serat tumbuhan ini ditemukan oleh para peneliti dari Warwick, Inggris. Lewat penemuan energi alternatif yang berasal dari bahan baku alami ini, mereka berharap bisa semakin mengembangkan bahan bakar yang ramah lingkungan.
Lemak Ayam
Makanan yang biasanya dihindari oleh para orang tua karena mengandung kolesterol tinggi ini ternyata dapat diubah menjadi bahan bakar biodesel. Bahkan, berdasarkan 90% penelitian, energi alternatif yang ditemukan oleh para ilmuwan dari Arkansas, Amerika, ini, menunjukkan bahan bakar dari lemak ayam dapat bekerja dengan baik. Mereka menggunakan metode yang disebut metanol superkritikal untuk mengubah asam lemak dari ayam menjadi biodiesel. Salah satu proses yang dilakukan adalah memanaskan lemak dan memberi tekanan udara untuk menghasilkan biodiesel.
Wah, ternyata dari makanan yang biasa kita konsumsi sehari-hari dapat memberikan nilai lebih untuk kehidupan kita. Bahkan, beberapa ditemukan oleh anak-anak sebaya Sahabat Bravo!. Hebat, ya?
Jika terus dikembangkan maka penemuan-penemuan ini akan menghasilkan sumber-sumber energi alternatif ramah lingkungan. Hal ini otomatis akan memberikan masa depan yang lebih menyenangkan, bukan?
sumber ; 
http://majalahbravo.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar